skip to main content

PENGALAMAN PROSES MENUJU RESILIENSI PADA TERPIDANA KASUS NARKOTIKA

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman proses menuju resiliensi pada terpidana kasus narkotika. Karakteristik partisipan dalam penelitian ini adalah tiga orang warga binaan yang menjadi terpidana kasus narkotika. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dalam pengambilan data. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Prosedur IPA bertitik fokus pada pengalaman partisipan melalui kehidupan pribadinya. Eksplorasi yang dilakukan partisipan menghasilkan makna dalam peristiwa yang dirasa unik. Hasil penelitian ini menggambarkan kemampuan ketiga partisipan untuk resilien dalam menghadapi stressor proses pemenjaraan yang dihadapinya. Adanya dorongan dari keluarga, dari dalam diri, dan dukungan lingkungannya memberikan pengaruh positif bagi partisipan untuk memunculkan resiliensi. Faktor internal dan eksternal yang membantu partisipan untuk resilien sehingga mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan tekanan yang dihadapinya, serta tetap berharap dan berusaha tidak putus asa meski harus merasakan hukuman kurungan penjara.

Fulltext View|Download
Keywords: resiliensi, narapidana, narkotika

Article Metrics:

  1. Andriani, A., & Listiyandini, R. A. (2017). Peran kecerdasan sosial terhadap resiliensi pada mahasiswa tingkat awal. Psymathic, 4(1), 67-90
  2. Anggraini, D., Hadiati, T., & Sarjana, W. (2019). Perbedaan tingkat stres dan tingkat resiliensi narapidana yang baru masuk dengan yang akan segera bebas. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 8(1), 148-160
  3. Ardila, F., & Herdiana, I. (2013). Penerimaan diri pada narapidana wanita. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, 2(1)
  4. Balogun, A. (2014). Dispositional factors, perceived social support and happiness among prison in mates in nigeria : A new look. The Journal of Happiness and Well-Being, 2(1), 145-169
  5. Bukhori, B. (2012). Hubungan kebermaknaan hidup dan dukungan sosial keluarga dengan kesehatan mental narapidana. Jurnal Ad-Din, 4(1), 1-19
  6. Corsini, R. J., & Wedding, D. (2011). Current Psychotherapies (9th ed.). USA: Cengage Learning
  7. Desmita. (2011). Psikologi perkembangan peserta didik : Panduan bagi orang tua dan guru dalam memahami psikologi anak usia SD, SMP, dan SMA. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
  8. Ekasari, A., & Susanti, N. D. (2009). Hubungan Antara Optimisme dengan Penyesuaian Diri dengan Stres pada Narapidana Kasus Napza di Lapas Kelas IIA Bulak Kapal Bekasi. Jurnal Soul, 2-17
  9. Everall, R. D., Altrows, J. K., & Paulson, B. L. (2006). Creating a future: A study of resilience in suicidal female adolescents. Journal of Counseling, 84, 461-470
  10. Glantz, M. D., & Johnson, J. L. (2002). Resilience and development : Positive life adaptations. USA: Kluwer Academic Publisher
  11. Gunawan, I., & Yahya. (2016). Pelatihan kaligrafi terhadap tingkat stres narapidana. Jurnal Psikoislamika, 13(1), 39-49
  12. Handoyo, P. (2009, July 25). Empat Dekade “Perang terhadap Narkoba” di Indonesia: Sebuah Kegagalan Melindungi Rakyat dari Pemidanaan dan Jaringan Kejahatan Terorganisir. Retrieved from Rumah Cemara: https://rumahcemara.or.id/empat-dekade-perang-terhadap-narkoba-di-indonesia-sebuah-kegagalan-melindungi-rakyat-dari-pemidanaan-dan-jaringan-kejahatan-terorganisir/
  13. Harner, Hanlon, & Garfinkel. (2010). Effect of iyengar yoga on mental health of incarcerated human: A feasibility study. Nursing Research, 59(6), 389-399
  14. Jalaluddin. (2012). Psikologi agama. Jakarta: Rajawali Pers
  15. Juniartha, I. G., Ruspawan, I. D., & Sipahutar, I. E. (2015). Hubungan antara harga diri (self-esteem) dengan tingkat stres narapidana wanita di lapas klas IIA Denpasar. Coping Ners Journal
  16. Kurniawan, R. A. (2018). Pencegahan Penyalahgunaan Kewenangan Penyidik dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Narkotika. Masalah-Masalah Hukum, 114
  17. Lubis, S. M., & Maslihah, S. (2012). Analisis Sumber-Sumber Kebermaknaan Hidup Narapidana yang Menjalani Hukuman Seumur Hidup. Jurnal Psikologi Undip, 29
  18. McEwen, K. (2011). Building resilience at work. Australia: Australian Academic Press
  19. Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
  20. Pratiwi, S., & Utami, R. R. (2011). Berpikir positif untuk meningkatkan kualitas hidup pada narapidana. Psikologi Kesehatan (pp. 40-49). Semarang: Universitas Katolik Soegijapranata
  21. Putri, D. E., Erwina, I., & Adha, H. (2018). Hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan narapidana di lembaga pemasyarakatan klas II A Muaro Padang tahun 2014. Ners Jurnal Keperawatan, 10(1), 118-135
  22. Reivich, K., & Shatte, A. (2002). the resilience factor: 7 essential skills for overcoming life's inevitable obstacles. New York: Broadway Books
  23. Rinaldi. (2010). Resiliensi pada masyarakat kota padang ditinjau dari jenis kelamin. Jurnal Psikologi, 3(2), 99-105
  24. Riza, M., & Herdiana, I. (2012). Resiliensi pada Narapidana Laki-laki di Lapas Klas 1 Medaeng. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, 142-147
  25. Segovia, F., Moore, J. L., Linnville, S. E., Hoyt, R. E., & Hain, R. E. (2012). Optimism predicts resilience in repatriated prisoners or war : A 37-year longitudinal study. Journal of Traumatic Stress, 330-336
  26. Sliva, S. M. (2014). On the meaning of life : A qualitative interpretive meta synthesis of the lived experienced of life without parole. Journal of Social Work, 0(0), 1-18
  27. Smith, J. A., Flowers, P., & Larkin, M. (2009). Interpretative phenomenological analysis: Theory, method, and research. London: Sage Publication
  28. Welta, O., & Agung, I. M. (2017). Kesesakan dan masa hukuman dengan stres pada narapidana. Jurnal RAP UNP, 8(1), 60-68
  29. Wulur, W. I., Kumaat, L. T., & Masi, G. (2013). Hubungan kecerdasan emosional dengan kemampuan manajemen stres pada narapidana di lembaga pemasyarakatan kelas IIA Manado. Ejournal Keperawatan, 1(1), 1-7

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.