skip to main content

HUBUNGAN KECERDASAN INTERPERSONAL DENGAN INTENSI PERUNDUNGAN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA H. ISRIATI SEMARANG

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 17 Sep 2018; Published: 30 Jun 2020.

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan intensi perundungan pada siswa Sekolah Menengah Pertama H. Isriati Semarang. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan dalam menciptakan, membangun dan mempertahankan relasi termasuk memahami, mengelola dan beradaptasi saat berinteraksi dengan orang lain. Remaja dengan kecerdasan interpersonal yang kurang akan mengalami kesulitan untuk memahami orang lain, bekerja sama, dan kurang dapat mengembangkan empati terhadap kesulitan orang lain. Hal tersebut dapat menimbulkan keinginan untuk melakukan hal negatif pada orang lain, salah satunya adalah perundungan. Intensi perundungan didefinisikan sebagai keinginan untuk membuat orang lain terluka baik fisik maupun psikis pada orang yang lebih lemah dan berulang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan IX sebanyak 169 siswa. Sampel penelitian berjumlah 115 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala kecerdasan interpersonal (23 aitem valid, α = 0,894) dan skala intensi perundungan (25 aitem valid, α = 0,905). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan interpersonal dengan intensi perundungan pada siswa kelas VIII dan IX SMP H. Isriati Semarang (rxy = -0,656 dengan p = 0,000) yang berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan interpersonal siswa maka akan semakin rendah intensi perundungan. Kecerdasan interpersonal memberi sumbangan efektif sebesar 43% terhadap intensi perundungan, sedangkan 57% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian.

Fulltext View|Download
Keywords: kecerdasan interpersonal, intensi perundungan, siswa SMP

Article Metrics:

  1. Ajzen, I. (2005). Attitudes, personality and behavior. Second Edition. New York: Open University Press
  2. Amalia Wahyuni, S. M. (2016). Hubungan kecerdasan interpersonal siswa dengan perilaku verbal bullying di SD N 40 Banda Aceh. Jurnal Pesona Dasar, 3(4), 41
  3. Aprilia, F. (2013). Hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan perilaku kenakalan remaja pada siswa SMA N 1 Grobogan. Jurnal psikologi sosial dan industry, 2(1)
  4. Chaplin, J. P. (2005). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Raja Grafindo
  5. Coloroso, B. (2006). Stop perundungan! Penindas, tertindas, dan penonton. Resep: Memutus rantai kekerasan anak dari prasekolah hingga SMU. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta
  6. Hurlock, E. B. (1995). Developmental psycholog: A lifespan approach. Fifth edition. McGraw-Hill
  7. Hurlock, E. B. (2004). Psikologi perkembangan anak. edisi 6. Alih Bahasa: dr. Med. Meitasari Tjandrasa. Jakarta: Erlangga
  8. Luthfi, G. (2015). Hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan perilaku agresif pada siswa kelas VIII SMPN 1 ngaglik tahun ajaran 2014/2015. E-journal Bimbingan dan Konseling, 9(4), 8
  9. Misbach, I, H. (2010). Dahsyatnya sidik jari. Jakarta: Visimedia
  10. Monks, F. J. (2004). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  11. Ningsih, S. (2016). Mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia dini melalui permainan tradisional (Studi kasus di TK Al-akhyar Purwakarta kelompok B). Jurnal PAUD, 2 (1), 43
  12. Olweus, D. (2006). Bullying in schools: Fact and intervention. Norwegia: Research center for health promotion, University of Bergen
  13. Pabian, S. V (2014). Developmental trajectories of (cyber)bullying perpetration and social intelligence during early adolescence. The journal of early adolescence
  14. Rachmah, D. N. (2014). Empati pada pelaku bullying. Jurnal ecopsy, 1, 57
  15. Rigby, K. (2007). Bullying in school and what to do about it. Caberwell: Acer Press
  16. Safaria, T. (2005). Interpersonal intelligence. Yogyakarta: Amara Books
  17. Santrock, J. W. (2003). Adolescene: Perkembangan remaja, edisi 6. Terjemahan: Shinti B. Adelar;Sherly Saragih. Jakarta: Erlangga
  18. Sternberg, R. J. (2008). Psikologi kognitif edisi keempat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  19. Suparwi, S. (2014). Perilaku bullying siswa ditinjau dari persepsi pola asuh otoriter dan kemampuan berempati. Jurnal penelitian sosial keagamaan, 8(1), 176

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.