Inventarisasi Anggrek (Orchidaceae) Epifit di Kawasan Hutan Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah

*Mika Mardiyana  -  Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Murningsih Murningsih  -  Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Utami  -  Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 30 Jul 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Statistics: 49 93
Abstract

Anggrek berdasarkan tempat hidupnya dikelompokkan menjadi dua yaitu anggrek terestrial atau anggrek yang tumbuh diatas permukaan tanah dan anggrek epifit yang hidup menempel pada tumbuhan lain. Keberadaan anggrek epifit lebih banyak ditemukan di alam karena berhubungan dengan pohon inangnya sehingga memudahkan untuk mendapat cahaya matahari.  Anggrek banyak dijumpai di hutan hujan tropis. Salah satu hutan hujan tropis dengan keanekaragaman anggrek yang tinggi adalah Petungkriyono yang dijadikan sebagai kawasan ekowisata. Potensi anggrek di kawasan Hutan Petungkriyono perlu dikaji agar tetap terjaga dan lestari. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 23 Maret – 12 April 2019 di Hutan Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji jenis anggrek epifit di kawasan Hutan Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan membagi wilayah menjadi 3 stasiun berdasarkan ketinggian yang berbeda, yaitu stasiun I (700-900 m dpl), stasiun II (900-1.100 m dpl), stasiun III (1.100-1.300 m dpl). Setiap stasiun dibagi menjadi 3 titik sampling. Setiap titik sampling dibuat 3 plot sebagai ulangan dengan ukuran 10 x 10 m. Hasil penelitian di kawasan Hutan Petungkriyono didapatkan 46 jenis anggrek yang termasuk dalam 22 genus, dua diantaranya adalah anggrek endemik yaitu Malaxis junghuhnii dan Oberonia similis

Article Metrics: