BibTex Citation Data :
@article{JTP49876, author = {Firman Setyaji and Imam Pujo Mulyatno and Ahmad Fauzan Zakki}, title = {Analisa Hull Girder Strength Akibat Modifikasi Layout Penampang Midship Section Pada Tongkang 330 Feet}, journal = {Jurnal Teknik Perkapalan}, volume = {13}, number = {1}, year = {2025}, keywords = {Hull Girder; Midship Section; Tegangan; Defleksi; Metode Elemen Hingga}, abstract = { Perubahan konstruksi pada tongkang akan berpengaruh terhadap kekuatan konstruksi dalam menahan beban muatan. Analisa kekuatan dilakukan pada area midship dengan menggunakan beban muatan batu bara pada kondisi loadcase 8309 ton, 10970 ton, dan 11810 ton. Tujuan dari kajian ini adalah mendapatkan nilai tegangan dan defleksi maksimum pada konstruksi area midship, membandingkan berat konstruksi sebelum dan setelah modifikasi, dan memperoleh layout yang efisien. Analisa dilakukan dengan menggunakan software elemen hingga dan menggunakan rules Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai acuan. Analisa perhitungan untuk memperoleh nilai modulus konstruksi dilakukan menggunakan software Strength Assessment of Hull Structure. Diperoleh untuk konstruksi bottom jumlah longitudinal stiffener semula berjumlah 38 buah menjadi 32 buah, konstruksi deck jumlah longitudinal stiffener semula berjumlah 40 buah menjadi 32 buah, dan konstruksi transverse bulkhead jumlah vertical stiffener semula berjumlah 40 buah menjadi 32 buah. Tegangan maksimum yang terjadi pada model 1 yaitu saat memuat 9301 ton batu bara dengan 4 gunungan yaitu sebesar 153,9 MPa. Sedangkan tegangan maksimum yang terjadi pada model 2 yaitu saat memuat 9301 ton batu bara dengan 4 gunungan yaitu sebesar 174,5 MPa. Berat konstruksi mengalami pengurangan sebesar 1,97%. }, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/view/49876} }
Refworks Citation Data :
Perubahan konstruksi pada tongkang akan berpengaruh terhadap kekuatan konstruksi dalam menahan beban muatan. Analisa kekuatan dilakukan pada area midship dengan menggunakan beban muatan batu bara pada kondisi loadcase 8309 ton, 10970 ton, dan 11810 ton. Tujuan dari kajian ini adalah mendapatkan nilai tegangan dan defleksi maksimum pada konstruksi area midship, membandingkan berat konstruksi sebelum dan setelah modifikasi, dan memperoleh layout yang efisien. Analisa dilakukan dengan menggunakan software elemen hingga dan menggunakan rules Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai acuan. Analisa perhitungan untuk memperoleh nilai modulus konstruksi dilakukan menggunakan software Strength Assessment of Hull Structure. Diperoleh untuk konstruksi bottom jumlah longitudinal stiffener semula berjumlah 38 buah menjadi 32 buah, konstruksi deck jumlah longitudinal stiffener semula berjumlah 40 buah menjadi 32 buah, dan konstruksi transverse bulkhead jumlah vertical stiffener semula berjumlah 40 buah menjadi 32 buah. Tegangan maksimum yang terjadi pada model 1 yaitu saat memuat 9301 ton batu bara dengan 4 gunungan yaitu sebesar 153,9 MPa. Sedangkan tegangan maksimum yang terjadi pada model 2 yaitu saat memuat 9301 ton batubara dengan 4 gunungan yaitu sebesar 174,5 MPa. Berat konstruksi mengalami pengurangan sebesar 1,97%.
Last update:
Jurnal Teknik Perkapalan oleh http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval disebarluaskan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License