skip to main content

Perancangan Kapal Katamaran untuk Menunjang Pariwisata di Waduk Cacaban Kabupaten Tegal Jawa Tengah

*Muhamad Iman Khoirulloh  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Imam Pujo Mulyatno  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ocid Mursid  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Waduk Cacaban merupakan waduk yang berada di Kabupaten Tegal lebih tepatnya di Kecamatan Kedungbanteng yang memiliki luas permukaan 982,07 ha dan kapasitas 90 juta m3. Disamping pemanfaatan air waduk sebagai saluran irigasi keindahan waduk cacaban juga dapat dijadikan sarana rekreasi. Peningkatan infrastruktur pendukung, seperti ketersediaan kapal wisata, diharapkan dapat mendukung program pemerintah kabupaten untuk menjadikan Waduk Cacaban menjadi tujuan wisata populer dan meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke waduk. Penelitian ini bertujuan untuk merancang lines plan, general arrangement, analisa resistance, hidrostatik, stability serta analisa biaya ekonomis pembuatan kapal, sehingga dapat dijadikan referensi bagi pihak pengelola wisata untuk membuat kapal wisata yang sesuai dengan karakteristik waduk cacaban. Metode parent design approach digunakan untuk pembuatan kapal ini, serta disesuaikan dengan karakteristik waduk cacaban. Hasil dari penelitan ini didapatkan ukuran utama kapal yaitu panjang LOA 13,5, lebar 2,95 m, sarat 0,75 m dan cb 0,73. Pembuatan 3D modeling kapal ini dibantu menggunakan software, hasil analisa stabilitas kapal pariwisata katamaran ini berdasarkan kreteria IMO dan telah memenuhi kreteria tersebut. Analisa biaya ekonomis pembuatan kapal sebesar Rp. 538.716.438,00 dengan break event point tercapai setelah 5,3 tahun.
Fulltext View|Download
Keywords: waduk cacaban;kapal wisata katamaran;Analisa stabilitas;break event point
  1. Diana Igunawati, “Analisis Permintaan
  2. Objek Wisata Tirta Waduk Cacaban
  3. Kabupaten Tegal,” Universitas
  4. Diponegoro, Semarang, 2010
  5. A. R. Syaepullah, “Analisis Kinerja Sistem
  6. Daerah Irigasi Bendungan Cacaban
  7. Kabupaten Tegal,” J. Konstr. Unswagati
  8. Cirebon, vol. VI, no. 4, pp. 2085–8744,
  9. I. Kurniawan, “Pengembangan Ekowisata (
  10. Ecotourism ) Di Kawasan Waduk Cacaban
  11. Kabupaten Tegal,” J. Ilmu Lingkung., vol
  12. , no. 25, pp. 1–25, 2008
  13. E. Jahanbakhsh, R. Panahi, and M. S. Seif,
  14. “Catamaran motion simulation based on
  15. moving grid technique,” J. Mar. Sci
  16. Technol., vol. 17, no. 2, pp. 128–136, 2009,
  17. doi: 10.51400/2709-6998.1967
  18. D. Prawoto, A. S. B. Wibawa, and I. P
  19. Mulyatno, “Perancangan Kapal Wisata
  20. Katamaran sebagai Upaya Penunjang
  21. Objek Wisata di Rowo Jombor Klaten,” J
  22. Inovtek Polbeng, vol. 11, no. 2, pp. 131–
  23. , 2021
  24. B. A. Adietya and E. D. Gustiarini, “Studi
  25. Perbandingan Performa Kapal Trimaran,
  26. Katamaran, dan Monohull Sebagai Kapal
  27. Penyeberangan di Kepulauan
  28. Karimunjawa,” Kapal J. Ilmu Pengetah
  29. dan Teknol. Kelaut., vol. 15, no. 1, pp. 18–
  30. , 2018, doi: 10.14710/kpl.v15i1.18487
  31. Alamsyah and M. D. Nugroho, “Design of
  32. Catamaran Ship as Inland Waterways
  33. Transportation Mode in Mahakam River of
  34. Samarinda,” J. Wave, vol. 12, pp. 1–10,
  35. M. H. Ghaemi and H. Olszewski, “Total
  36. Ship Operability-Review, Concept and
  37. Criteria,” Polish Marit. Res., vol. 24, no. s1,
  38. pp. 74–81, 2017, doi: 10.1515/pomr-2017-
  39. International Maritime Organization, Intact
  40. Stability Code (IS Code). 2008
  41. R. Ilham, A. F. Zakki, and D. Chrismianto,
  42. “Studi Perancangan Fish Processing Vessel
  43. dengan Bentuk Lambung Catamaran untuk
  44. Perairan Indonesia,” Tek. Perkapalan, vol
  45. No.4, no. 4, pp. 449–459, 2019

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.