Perbandingan Kekuatan Impak, Tarik, dan Mikrografi Sambungan Las MIG dan TIG pada Aluminium 6061 dengan Variasi Media Pendingin Udara dan Air Tawar

*Rendy Kastanto  -  Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Sarjito Jokosisworo  -  Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 18 Aug 2020; Published: 19 Oct 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 4
Abstract
Aluminium 60601 adalah paduan logam  yang biasa digunakan  sebagai kerangka konstruksi dalam bidang indutri bangunan maupun industri perkapalan. Jenis pengelasan yang digunakan MIG dan TIG karena dapat menghasilkan pengelasan yang baik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai perbandingan kekuatan impak, tarik dan struktur mikro yang berubah pada aluminium 6061 menggunakan pengelasan MIG dan TIG dengan variasi media pendingin udara dan air tawar. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen, diawali dari menyiapkan aluminium 6061, pemotongan aluminium, pengelasan dengan MIG dan TIG lalu pendinginan dengan media pendingin udara dan air tawar secara spontan. Selanjutnya pembuatan spesimen kemudian pengujian impak, tarik, dan mikrografi setiap spesimen. Dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor pendinginan dapat mempengaruhi kualitas pengelasan yang ditinjau dari grafik kekuatannya. Untuk kekuatan impak paling besar didapat dari pengelasan TIG dengan media pendingin air tawar sebesar 0,043 J/mm2.  Kemudian untuk kekutan tarik dan regangan tarik paling tinggi didapat dari pengelasan MIG dengan media pendingin air tawar sebesar 203,08 Mpa dan 4,96 %. Sedangkan untuk modulus elastisitas paling tinggi didapat dari pengelasan MIG dengan media pendingin udara sebesar 43,9 Gpa. Nilai kekuatan impak paling rendah didapat dari pengelasan MIG dengan media pendingin udara sebesar 0,024 J/mm2. Untuk kekuatan tarik dan regangan tarik paling rendah didapat dari pengelasan TIG dengan media pendingin udara sebesar 152,36 Mpa dan 3,76 %. Sementara itu nilai modulus elastisitas paling rendah didapat dari pengelasan TIG dengan media pendingin air tawar sebesar 40,8 Gpa. Perubahan struktur mikro pada pengelasan MIG dan TIG  dengan pendingin air tawar lebih baik dibanding dengan pendingin udara, karena strukturnya lebih menyatu jika dilihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aluminium 6061 dengan media pendingin air tawar lebih baik dibanding dengan pendingin udara dalam pengelasan MIG ataupun TIG.
Keywords: Kekuatan, Mikrografi, Pengelasan MIG, TIG, Pendingin, Aluminium 6061

Article Metrics:

  1. Rizky Cahya Kusuma, Sarjito Jokosisworo, Ari Wibawa Budi S, Analisis Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, Tekuk dan Mikrografi Aluminium 5083 Pasca Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dengan Media Pendingin Air Laut dan Oli, Jurnal Teknik Perkapalan vol. 5, no. 4, pp. 585–593, 2017.
  2. Muhammad Said Rinaldy, Untung Budiarto, Wilma Amiruddin, Pengaruh Media Pendingin Air Garam dan Oli Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Aluminium 6061 Pasca Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas), Jurnal Teknik Perkapalan Vol. 6, No 4, 2018.
  3. Aris Januar, Djoko Suwito, Kajian Hasil Proses Pengelasan MIG dan SMAW pada Material ST41 Dengan Varisi Pendingin ( Air, Collent, dan Es ) Terhadap Kekuatan Tarik, Jurnal Teknik Mesin Vol 04 No 02 Tahun 2016, 37 - 42.
  4. Akbar Triansyah, Sarjito Jokosisworo, Parlindungan Manik, Pengaruh Suhu Pendinginan Dengan Media Air Terhadap Hasil Pengelasan Pada Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Aluminium 5083 Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas). Jurnal Teknik Perkapalan vol. 5, no. 1, pp. 142–151, 2017.
  5. V. N. Februari et al., “UJI PERBANDINGAN KEKUATAN TARIK PENGELASAN STAINLESS STEEL AISI 304 DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN Comparison Tes of Welding Tensile Strength Stainless Steel AISI 304 Using Tig ( Tungsten Inert Gas ) And Mig ( Metal Inert Gas ) Weld with Cooler Media Variation J-Proteksion,” vol. 1, no. 2, pp. 13–16, 2017.
  6. I. Ghifari, U. Budiarto, and A. Zakki, "Analisa Kekuatan Impak, Tarik, dan Mikrografi Aluminium 5083 Akibat Pengelasan MIG (Metal Inert Gas) dengan Variasi Posisi Pengelasan," Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 6, no. 4, Aug. 2018.
  7. M. Z. Prawira and S. J. Sisworo, “PENGARUH PERBEDAAN SUHU TERHADAP KEKUATAN IMPACT ALUMUNIUM 5083 HASIL PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS,” Universitas Diponegoro. Jurnal Teknik Perkapalan Vol. 3, pp. 362–370, 2015.
  8. G. Requirements, “Standard Test Methods for Notched Bar Impact Testing of Metallic Materials 1,” no. C, pp. 1–28, 2011.
  9. L. Alloy, S. Steel, M. Products, A. U. Tensile, and C. A. Force, “Standard Test Methods for Tension Testing of Metallic Materials 1,” no. C, pp. 1–27, 2010.
  10. I. Artikel and A. Info, “IMPACT DAN TENSILE TEST MATERIAL BANGUNAN RUMAH ( TELAAH KONSEP MODULUS YOUNG DAN DEFORMASI ),” pp. 144–153, 2017.
  11. Nanda Julian, Untung Budiarto, Berlian Arswendo, Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik pada Sambungan Las Baja SS400 Pengelasan MAG Dengan Variasi Arus Pengelasan dan Media Pendingin Sebagai Material Lambung Kapal, Jurnal Teknik Perkapalan Vol. 7, pp. 277-285, 2019.
  12. Biro Klasifikasi Indonesia, Rules for Classification and Construction, Volume VI Rules for Welding, 2019.