Pengaruh Perlakuan Panas (Heat Treatment) Normalizing Terhadap Kekuatan Impak Aluminium 6061 Pengelasan MIG dengan Variasi Posisi dan Bentuk Kampuh

*Renita Wurdhani  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Wilma Amiruddin  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Received: 22 Jul 2020; Published: 13 Nov 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas normalizing terhadap kekuatan impak Aluminium 6061 pengelasan MIG dengan menggunakan variasi posisi 1G dan 2G serta bentuk kampuh single V dan double V (X) pada sudut 60°. Tujuan dari proses normalizing yaitu untuk mengurangi tegangan sisa, meningkatkan machinability, dan mendapatkan struktur yang homogen. Proses heat treatment normalizing dilakukan pada temperatur 415°C dengan waktu penahanan selama 30 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor perlakuan panas normalizing dapat mempengaruhi nilai kekuatannya. Untuk proses verifikasi material dilakukan pengujian tarik. Dari hasil pengujian impak didapatkan harga impak tertinggi yaitu spesimen raw material dengan perlakuan panas normalizing sebesar 0.457 J/mm², lebih besar dibandingkan dengan raw material tanpa normalizing yaitu sebesar 0.445 J/mm². Harga impak untuk raw material ini memenuhi standar pengujian impak ASTM E23. Pada material dengan pengelasan, harga impak tertinggi yaitu pada variasi bentuk kampuh V dan posisi pengelasan 2G sebesar 0.092 J/mm², sedangkan tanpa normalizing sebesar 0.082 J/mm². Harga impak terendah dimiliki spesimen dengan variasi bentuk kampuh X posisi 1G tanpa perlakuan yaitu sebesar 0.052 J/mm². Material yang diberikan perlakuan panas normalizing memiliki rata-rata harga impak lebih besar dibandingkan dengan spesimen tanpa perlakuan panas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa  perlakuan panas (heat treatment) normalizing dapat meningkatkan harga impak spesimen dengan pengelasan maupun tanpa pengelasan (raw material).
Keywords: Aluminium 6061, Pengelasan MIG, 1G, 2G, Proses Normalizing, Kekuatan Impak

Article Metrics:

  1. Asrul, Kusno Kamil dan Muhammad Halim Asiri. 2018. Analisis Kekuatan Sambungan Las Metal Inert Gas (MIG) pada Logam Aluminium Paduan AA6063 dengan Variasi Arus Listrik. Universitas Muslim Indonesia. Bachtiar. 2012. “Modul ajar Praktek Las” Surabaya: Program Studi Teknik Bangunan Kapal Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  2. Mandal. 2005. Aluminum Welding. 2nd ed. Narosa Publishing House. New Delhi
  3. Saputro, Budiawan Eko. 2019. Analisa Pengaruh Perlakuan Panas Hasil Pengelasan dengan Metode Friction Stir Welding (Fsw) pada Aluminium Sejenis (Al Serie Aa-6061) Terhadap Sifat Fisis dan Mekanis. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  4. B. Ardianto, U. Budiarto, and W. Amiruddin, "Pengaruh Kuat Arus Listrik dan Kecepatan Las Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Dissimilar Aluminium AA 5052 -AA 6061 Dengan Metode Pengelasan Metal Inert Gas (MIG)," Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 6, no. 4, Aug. 2018
  5. M. Dikwan, S. Jokosisworo, and A. Zakki, "Pengaruh Normalizing Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, Dan Mikrografi Pada Sambungan Las Baja A36 pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan Variasi 2 Waktu Pemanasan," Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 7, no. 4, Sep. 2019
  6. Metal Handbook, 1991, “Properties and Selection Irons, Steels and High Performance Alloys”, Volume 1, American Society for Metals, Ohio
  7. Setiaji, R. 2009. Pengujian Tarik. Jakarta: Laboratorium Metalurgi Fisik FTUI
  8. ASTM E23/E23-07aE1. 2007. Standard Test Methods for Notched Bar Impact Testing of Metallic Materials. USA
  9. J. Ridhwan, J. A. Noor, M. S. Zakaria, Z. Zulfattah, M. H. M. Hafidzal. 2014. Effect Of Heat Treatment On Microstructure And Mechanical Properties Of 6061 Aluminum Alloy. Universiti Teknikal Malaysia Melaka
  10. Yuwono, A. H. 2009. Buku Panduan Praktikum Karakterisasi Material 1 Pengujian Merusak (Destructive Testing). Jakarta: Departemen Metalurgi Dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia