Analisa Pengaruh Variasi Sudut Kampuh Terhadap Kekuatan Tarik Aluminium 6061 Dengan Gas Pelindung Argon Grade A dan Grade C Pada Pengelasan GTAW

*Maulana Dicky Almanda  -  Departemen Teknik Perkapalan, Indonesia
Hartono Yudo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Indonesia
Received: 8 Jun 2020; Published: 28 Dec 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract
Logam alumiinium paduan jenis 6061 memiliki sifat ketahanan korosi yang baik dalam penerapan di bidang industri, terutama pada konstruksi perkapalan. Pemilihan metode, bentuk sambungan dan sudut kampuh las  dapat mempengaruhi efektivitas kekuatan hasil sambungan pada pengelasan. Ditinjau dari permasalahan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan mengetahui perbandingan metode pengelasan dengan variasi gas argon yang berbeda, yaitu grade A argon (Ultra High-Purity), dan grade C argon (Welding Grade). Jenis pengelasan yang digunakan ialah GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dengan bentuk sambungan single V-butt joint beserta variasi sudut kampuh las 40o, 60o, dan 80o. ER 5356 dipilih sebagai elektroda pengelasan dengan tegangan  22V dan arus 185 A. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sambungan dari metode pengelasan GTAW mempunyai kekuatan tarik rata-rata maksimal sebesar147,27 MPa dengan nilai regangan 21,02% pada gas pelindung argon grade C variasi sudut kampuh sebesar 80o, dan kekuatan tarik rata-rata maksimal sebesar 141,16 MPa dengan nilai regangan 21,76% pada gas pelindung argon grade A variasi sudut kampuh 60o. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemakaian gas pelindung argon grade C lebih baik dibanding gas pelindung argon grade A. Sudut kampuh 80o merupakan sudut kampuh las yang memiliki masukan panas dan kekuatan hasil lasan yang baik  pada aluminium 6061.
Keywords: Aluminium 6061; Pengelasan GTAW; Kekuatan Tarik; Sudut Kampuh Las; Gas Pelindung Argon

Article Metrics:

  1. T. Surdia and S. Saito, Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita, 1999
  2. H. Wiryosumarto and T. Okumura, Teknologi Pengelasan Logam. Jakarta: PT Pradnya Paramita, 2000
  3. B. R. Machmoed, “Analisis Pengaruh Variasi Sudut Kampuh V Sambungan Las MIG Terhadap Distorsi dan Kekuatan Tarik Baja Karbon Rendah,” Gorontalo, 2012
  4. M. A. Dewantara, “Analisa Pengaruh Gas Pelindung Argon Grade A dan Grade C Terhadap Kekuatan Impact dan Tekuk Sambungan Butt Joint pada Aluminium 5083,” vol. 5, no. 2, pp. 367–373, 2017
  5. P. R. M. Anggoro, “Pengaruh Variasi Sudut Kampuh dan Kuat Arus terhadap Struktur Mikro dan Kekuatan Bending Sambungan Las SMAW Baja Karbon Rendah,” Universitas Negeri Semarang, 2017
  6. W. Pranajaya, “Analisa Pengaruh Variasi Kampuh Las dan Arus Listrik Terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Sambungan Las TIG (Tungsten Inert Gas) pada Aluminium 6061,” Tek. Perkapalan, vol. 7, no. 4, pp. 286–293, 2019
  7. Florida Aerospace Metal Distributor, “ASM Aerospace Specification Metals, Inc.,” 2019. [Online]. Available: http://www.aerospacemetals.com/index.html. [Accessed: 09-Mar-2020]
  8. M. Kisan, S. Sangathan, J. Nehru, and S. G. Pitroda, “Argon, Compressed and Liquid — Specification,” 1998
  9. A. L. E. Company, “5356 Aluminum Weld Wire,” The Harris Products Group, United States, pp. 1–2
  10. R. Setiaji, “Pengujian Tarik,” Jakarta: Laboratorium Metalurgi Fisik FTUI, 2009
  11. Rules for the Classification and Construction: Volume VI Rules for Welding, vol. VI. Jakarta: Biro Klasifikasi Indonesia, 2019