Analisa Laju Korosi Pada Material Aluminium 5083 Menggunakan Media Air Laut Sebagai Aplikasi Bahan Lambung Kapal

Received: 26 Aug 2019; Published: 6 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Logam aluminium merupakan salah satu material digunakan pada industri transportasi yang memiliki fungsi sebagai material pokok. Penggunaan material tersebut sebagai material lambung kapal harus dikaji terhadap terjadinya laju korosi, hal ini disebabkan karena kulit lambung bersentuhan langsung dengan air laut. Manfaat penelitian ini dapat membantu sumbangan pemikiran mengenai pengaruh waktu dan pH air laut terhadap laju korosi material aluminium 5083 sebagai aplikasi bahan lambung kapal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju korosi dengan metode kehilangan berat (Weight Loss) sesuai dengan ketentuan dari ASTM G31-72 dengan menggunakan perbedaan waktu dan air laut yang berbeda. Spesimen yang diuji adalah Aluminium 5083 sebagai material yang digunakan dalam Marine Application. Media air laut yang digunakan berasal dari Semarang dan Jepara yang memiliki pH berbeda dalam waktu perendaman selama 720 jam. Hasil berdasar penelitian diperoleh data laju korosi sebesar 0,0002 mmpy untuk air laut Semarang dan 0,0003 mmpy untuk air laut Jepara. Kehilangan berat secara berturut-turut 0,0817 gram 0,7261 gram 0,7261 gram 0,8703 gram dan 1,2819 gram untuk air laut Semarang sedangkan 0,0757 gram 0,5391 gram 1,3350 gram 1,4071 gram dan 1,9206 gram untuk air laut Jepara.Foto mikro menunjukkan adanya korosi terhadap Aluminium 5083 setelah di lakukan pengujian laju korosi dengan Scanning Electron Microscopy.

Keywords: Laju Korosi; Kehilangan Berat; Aluminium 5083; pH; Scanning Electron Microscopy

Article Metrics:

  1. H. Choirul dan D. H Sutjahjo, Analisis Laju Korosi Material Aluminium 5083 Sebagai Aplikasi Bahan Lambung Kapal, pp. 17–24. JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017.
  2. B. Utomo dan S Alva, Studi Dan Karakterisasi Laju Korosi Logam Aluminium dengan Pelapisan Membran Sol-Gel, Jurnal Teknik Mesin (JTM): Vol. 06, No. 3, Juni 2017.
  3. A. K Sari, Studi Karakterisasi Laju Korosi Logam Aluminium Dan Pelapisan Dengan Menggunakan Membran SellulosaA Asetat, Jurnal Teknik Mesin (JTM), Vol. 06, No. 1, Februari 2017
  4. L. Indah, Studi Laju Korosi Logam Aluminium Dengan Penambahan Inhibitor Dari Ekstrak Daun Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa) vol. 7, no. 1, pp. 26–31. 2018
  5. Fontana, G. Mars Corrosion Engineering third edition Mc Graw-Hill Book Company 1986
  6. H. Perry Robbert. Perry’s Chemical Engineer’s Handbook. Third Printing Mc Graw-Hill Book Company. 1986
  7. Darmawi, Pelapisan Logam, Buku Pendukung Perkuliahan Pengendalian Korosi Dan Perlakuan Permukaan, cetakan 2, Surabaya : Universitas Sriwijaya. 2018
  8. Elingga Probe, Fungsi dan Penjelasan mengenai pH meter,Jakarta,netrmedia 2019.
  9. S. Irawan, Material Teknik Aluminium dan Panduannya, Jakarta : Indonesia Publishing House. 2017
  10. Munasir, Laju Korosi Baja Sc 42 Dalam Medium Air Laut F-282,” Pros. Semin. Nas. Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA. 2009
  11. Y. Anggoro, Scanning Electron Microscope (SEM) dan Optical Emission Spestrocope (OES), Bandung. 2011
  12. A. Sujatno, R. Salam, A. Dimyati, and Bandriyana, Studi Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk Karakterisasi Proses Oxidasi Paduan Zirkonium, J. Forum Nukl., vol. 9, no. November, 2015
  13. ASTM International ASTM G31-72 Standart Practice for Laboratory Immersion Corission Testing of Metals. United states. 2004