Analisa Kekuatan Tarik dan Impak Baja ST 40 Pengelasan Flux-Cored Arc Welding (FCAW) Posisi 4G dengan Variasi Arus Pengelasan

*Mangara Tua Immanuel Sianturi  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 22 Aug 2019; Published: 6 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Baja ST 40 sering digunakan sebagai konstruksi geladak dan lambung kapal karena kuat, lentur dan tahan akan korosi. Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) merupakan teknik pengelasan yang banyak digunakan dalam industri perkapalan..Posisi pengelasan 4G (overhead) merupakan posisi pengelasan yang sukar dan berbahaya karena bahan cair banyak berjatuhan yang dapat mengenai juru las. Penelitian  ini membahas  material baja ST 40 yang dilas menggunakan pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding)  posisi pengelasan 4G dengan 3 variasi kuat arus sebesar 135A, 150A, 165A  yang bertujuan mendapatkan nilai kekuatan tarik dan impak. Dari pengujian ini didapatkan hasil dimana spesimen dengan arus 135A didapatkan tegangan rata-rata sebesar 508.11 MPa, regangan rata-rata sebesar 0,193% dan impak  rata-rata sebesar 0,99 J/ mm2 sedangkan pada spesimen dengan  arus 150A didapatkan  tegangan rata-rata sebesar 494,33 MPa, regangan  rata-rata sebesar 0,185% dan  impak rata-rata  sebesar 1,54 J/ mm2 sedangkan pada spesimen dengan arus 165A didapatkan tegangan rata-rata sebesar 480,75 MPa, regangan rata-rata sebesar 0,178% dan impak rata-rata  sebesar 1,74 J/ mm2 . Dari hasil pengujian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa material baja ST 40 dengan posisi pengelasan 4G dengan kuat arus 135A  lebih kuat, ulet serta elastis dibandingkan dengan arus 150A dan 165A namun material dengan kuat arus 165A lebih tangguh dibandingkan dengan arus 135A dan 150A.

Keywords: Baja ST 40 ; FCAW Posisi 4G ; Uji Tarik ; Uji Impak ; Variasi Arus Pengelasan

Article Metrics:

  1. N. Nevada and E. Lillipaly, “Analisa Sifat Kekerasan Baja St-42 Dengan Pengaruh Besarnya Butiran Media Katalisator ( Tulang sapi (CaCO3)) Melalui Proses Pengarbonan Padat (Pack Carburising),” 2012.
  2. M. Dewantara, “Analisa Pengaruh Gas Pelindung Argon Grade A Dan Grade C Terhadap Kekuatan Impact Dan Tekuk Sambungan Butt Joint pada Aluminium,” 508. Jurnal Teknik Perkapalan, Vol. 5, No. 2, 2017.
  3. E. Sasmito, “Analisa Pengelasan Mild Steel (ST.42) Dengan Proses SMAW, FCAW Dan SAW Ditinjau Dari Segi Kekuatan Dan Nilai Ekonomis,” Jurnal Perkapalan, Vol. 6, No. 2, 2009.
  4. V. Pasalbessy, “Pengaruh Besar Arus Listrik Dan Kecepatan Las Terhadap Kekuatan Tarik Aluminium 5083 Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas),” Jurnal Perkapalan, Vol. 3, No. 4, 2015.
  5. S. Gusti Rusydi Furqon, “Analisa Uji Kekerasan Pada Poros Baja ST 60 Dengan Media Pendingin Yang Berbeda,” Jurnal Teknik Mesin, Vol. 1 No. 2, 2016.
  6. Sarojo. G, “Fisika Dasar Seri Mekanika,” Salemba.Teknika, 2002.
  7. C. U. Wardani, “Analisis Pengujian Impak Metoda Izod Dan Charpy Menggunakan Benda Uji Aluminium Dan Baja ST37,” 2016.
  8. T. N. B. Santoso, “Pengaruh Kuat Arus Listrik Pengelasan Terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Las Smaw dengan Elektroda E7016,” Jurnal Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, vol. 23, no. 1, 2015.
  9. D. Prayitno, “Pengaruh Kuat Arus Listrik Pengelasan Terhadap Kekerasan Lapisan Lasan Pada Baja ASTM A316,” Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin, Vol 3, No. 1, 2018.
  10. R. Putra, “Pengaruh Arus Listrik Dan Temperatur Terhadap Kekuatan Tarik Dan Impact Aluminium 5083 Pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding),” Jurnal Teknik Perkapalan Vol. 4, No. 1, 2016.
  11. R. Setiaji, “Pengujian Tarik,” Laboratorium Metalurgi Fisik FTUI, 2009.