Analisa Respon Struktur Parallel Middle Body Pada Kapal Ternak Tipe Katamaran

*Ilman Arpi  -  Diponegoro University, Indonesia
Received: 22 Jul 2019; Published: 6 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Proses pengangkutan sapi sering kali membutuhkan waktu yang lama. Akibatnya, sapi mengalami strees di jalan.  Perencanaan Kapal Ternak tipe Katamaran sebagai alternatif untuk pengangkutan (transportasi) sapi antar pulau, berdasarkan penelitian sebelumnya bentuk kapal multihull dari katamaran memiliki keunggulan dari segi stabilitas dan kecepatan dibandingkan kapal monohull. Selain itu, Kapal katamaran perlu ditinjau dari segi kekuatan akibat adanya beban kombinasi bertujuan untuk mengetahui respon struktur pada kapal. Permodelan menggunakan analisa maxsurf untuk mengetahui besaran momen dan pembebanan dari setiap kondisi gelombang serta Msc. Nastran & Patran, software berbasis finite element analysis untuk mengetahui besaran respon struktur  parallel middle body. Pada hasil kekuatan memanjang pada struktur parallel middle body didapatkan hasil tegangan sebesar 41,7MPa pada kondisi air tenang, 66 MPa pada kondisi Sagging  dan 114 MPa pada kondisi Hogging. Pada saat air tenang tegangan maksimum terjadi di daerah Second Deck, dikarenakan adanya beban lokal pada strukutur. Sementara, pada saat kondisi Sagging dan hogging tegangan maksimum terjadi pada sekat tengah memanjang (centre longitudinal Bulkhead) bagian depan dan belakang pada struktur jembatan katamaran (Bridge Deck). Untuk itu, perlu diperhatikan pada sambungan struktur antar dek katamaran (Cross Deck) dikarenakan terjadi tegangan maksimum pada saat kondisi Sagging dan Hogging. Bila mengacu pada izin sebesar 184,125 MPa, maka kapal ternak katamaran yang dirancang telah mampu beroprasi di perairan Indonesia yang memiliki tinggi gelombang rata-rata sebesar 4 meter.
Keywords: Respon Struktur, Hydrostatic Pressure, Tegangan, Finite Element Analysis

Article Metrics:

  1. Ramadhan, Akbar, “Rancang. Desain dan Konstr. Kapal Pengangkut Ternak Tipe Katamaran untuk Pelayaran Nasional".Tugas Akhir, Jurusan Teknik Perkapalan ,vol. 6, no. 4, pp. 1–13, Undip:Semarang. Oktober 2018.
  2. E.S Oliveros, "Effect of sea transport motion on sheep welfare". Queensland, 2014.
  3. AMSA, “Marine Order 43 ( Cargo and cargo handling — livestock ) 2006 in effect under the Navigation Act 2012 This is a compilation of Marine Order 43 ( Cargo and cargo handling — livestock ) 2006 prepared on 5 June 2013 , taking into account modifications made b, vol. 43, no. June. 2013.
  4. Mairahu, Thomas, “Kekuatan Struktur Konstruksi Kapal akibat Penambahan Penjang". Program Studi, Jurusan Teknik Perkapalan, Unpatti.
  5. Junaveva, Alvin Nadiyas. "Analisa Kekuatan Cross Deck Terhadap Perubahan Bentuk Variasi Haunch Pada Kapal Ikan Katamaran Menggunakan Metode Elemen Hingga". vol. 5, no 1, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Perkapalan , Undip:Semarang. Januari 2017.
  6. Adibah. Alif Muski, "Analisa Perbandingan Respon Struktur Full Modeling dengan Parallel Middle Body pada Kapal Chemical Oil Tanker dan Cargo ECC di perairan Indonesia dan Atlantik Utara," J.Tek. Perkapalan, vol. 5, no 4, 2019
  7. R. Dimas, "Analisa Perbandingan Respon Struktur Kapal Chemical Oil Tanker di perairan Indonesia dan Atlantik Utara," J.Tek. Perkapalan, vol. 5, no 4, 2017
  8. Korean Register Of Shipping, “Rules for the Classification of Steel Ships” 2009.
  9. Biro Klasifikasi Indonesia, PT. Persero. "Rules for Classification and Construction of Sea Going Steel Ship Volume II: Rules for Hull Edition, " Jakarta, 2016.
  10. Lloyds Register, “Rules and Regulations for the Classification of Special Service Craft (July 2011),” no. July, 2011.
  11. Popov, E.P. 1996, "Mekanika Teknik". Erlangga. Jakarta, 1996.