Analisa Stabilitas, Olah Gerak, Motion Sickness Incidence (MSI) dan Motion Induced Interruptions (MII) Kapal Feri Ro-Ro 500 GT, 1100 GT dan 1300 GT di Perairan Aceh

Received: 24 Jul 2019; Published: 6 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Faktor kenyamanan dan faktor keselamatan adalah dua aspek penting dalam perancangan kapal terutama kapal penumpang, maka untuk menunjang hal tersebut perlu mempertimbangkan beberapa hal seperti : stabilitas, olah gerak, motion sickness incidance (MSI) dan motion inducted interruped (MII). Pada penelitian ini analisa menggunakan metode CFD (Compultation Fluid Dynamic) pada kapal Ro-Ro 500 GT, 1100 GT dan 1300 GT yang diaplikasikan di perairan Aceh untuk menentukan kapal yang lebih cocok untuk beroperasi diperairan ini. Analisa ini menunjukan kapal 1300 GT dan 1100 GT memiliki nilai yanglebih unggul pada beberapa aspek, dengan hasil analisa yaitu untuk damage stability semua kapal memiliki indeks A>R, untuk olah gerak kapal yaitu rolling pada setiap kapal mempunyai nilai lebih kecil dari 60, untuk probabilitas slamming kapal 500 GT memiliki nilai yang paling tinggi sebesar yaitu 0,306933 pada kecepatan 5 knot, tinggi gelombang 2,5, sudut datang gelombang 900, untuk probabilitas deck wetness 0,491719 pada kecepatan 5 knot, tinggi gelombang 1,875, sudut datang gelombang 900, untuk MSI yaitu kapal 500 GT memiliki nilai MSI lebih dari 10% pada kecepatan 5 knot, 9 knot dan 13 knot, tinggi  gelombang 2,5 meter, sudut datang gelombang 900, dan untuk MII semua kapal berada pada keadaan possible.

 

Keywords: Damage Stability, Olah Gerak Kapal, Motion Sickness Incidence, Motion Induced Interruptions

Article Metrics:

  1. Manik. P, dkk. “Analisa gerakan seakeeping kapal pada gelombang reguler,” Kapal, vol. 4, pp. 1–10, 2007.
  2. Nordforsk 1987, General Operability Limiting Criteria for Ship. 1987.
  3. “Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Laporan Investigasi Kecalakaan Pelayaran, Tenggelamnya KM. Dharma Kencana VIII,” 2016.
  4. M. Lily, dkk.”Analisa Keselamatan Kapal Ferry Ro-Ro Ditinjau dari Damage Stablility Probabilistik”,S1 Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro:Semarang, 2016.
  5. P.S. Sahat, dkk.” Perbandingan Performa Hullform Lambung Monohull dan Monomaran pada Kapal Ro-Ro 5000 GT”, S1 Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro:Semarang, 2016.
  6. P.P. Dian, dkk.” Analisa Seakeeping dan Prediksi Motion Sickness Incidance (MSI) pada Kapal Perintis 500 DWT dalam Tahap Desain Awal (Initial Design)”, S1 Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro:Semarang, 2016.
  7. International Maritime Organization (IMO), SOLAS Consolidated Edition 2014, 6th ed. London International Maritime Organization, 2014.
  8. International Maritime Organization (IMO), SOLAS Chapter II-1 Resolution MSC.281(85), Subdivision and damage stability regulation’’. 2009
  9. NORDFORSK, 1987. The Nordic Coorative Project, Seakeeping performance of ships. In Assessment of a Ship Performance in a Seaway, Trondheim, Norway: MARINTEK.
  10. “NATO STANAG 4145” on Common Procedures for Seakeeping in the Ship Design Process,1998.