Pengaruh Modifikasi Kapal LCT (Landing Craft Tank) Menjadi Kapal Ferry Terhadap Performa Kapal

*Muhammad Rahmat Darmawan  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Parlindungan Manik  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Berlian Arswendo Adietya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 18 Sep 2019; Published: 19 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Upaya untuk mencukupi ketersediaan armada angkutan penyebrangan selain memproduksi kapal baru adalah melakukan modifikasi terhadap kapal LCT menjadi jenis kapal ferry. Faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan serta pelaksanaannya yaitu bagaimana pengaruh modifkasi tersebut terhadap performa kapal yang dinilai berdasarkan aspek stabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai intact stability dan damage stability pada kondisi kapal sebelum dan sesudah dimodifikasi. Hasil analisis intact stability kapal sebelum dan setelah modifikasi telah memenuhi kriteria pada beberapa kondisi load case dengan nilai sudut maksimal GZ tidak kurang dari atau sama dengan 250. Hasil perhitungan analisis damage stability kapal sebelum modifikasi diperoleh nilai Index A sebesar 0.872006 dan nilai Index R  sebesar 0.490257. Sedangkan untuk kapal setelah modifikasi diperoleh 0.992875 untuk nilai Index A dan 0.692279untuk nilai Index R. Hasil tersebut telah memenuhi standar kriteria yang disyaratkan yaitu Index A lebih besar dari Index R (A>R) dengan menggunakan metode pendekatan probabilistik. Hasil penelitian ini, baik intact stability maupun damage stability telah memenuhi ketentuan serta kriteria yang berlaku menurut IMO MSC. 267 (85) dan SOLAS.
Keywords: modifikasi, intact stability, damage stability, performa kapal

Article Metrics:

  1. K. Setyawan, M. Basuki, and Soejitno, “Study Perencanaan Modifikasi Kapal LCT ‘KM. Trisna Dwitya’ Menjadi Kapal Ferry di PT. Dok Perkapalan Surabaya (Persero) Ditinjau Dari Segi Teknis,” Semin. Nas. Sains dan Teknol. Terap. VI 2018, pp. 109–114, 2018.
  2. P. Miratno and M. Bakri, “Analisis Stabilitas Kapal Penumpang Pax-500 Aapabila Kompartemennya Mengalami Kebocoran,” Institut Teknologi Sepuluh November, 2000.
  3. F. Rohmadhana and H. A. Kurniawati, “Analisis Teknis dan Ekonomis Konversi Landing Craft Tank (LCT) Menjadi Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tipe Ro-ro untuk Rute Ketapang (Kabupaten Banyuwangi) – Gilimanuk (Kabupaten Jembrana),” J. Tek. ITS, 2016.
  4. International Maritime Organization (IMO), “Resolution MSC.267(85), Adoption of The International Code on Intact Stability,” International Maritime Organization, 2008.
  5. L. Muzdalifah, D. Chrismianto, and E. S. Hadi, “Analisa Keselamatan Kapal Ferry Ro-Ro Ditinjau Dari Damage Stability Probabilistik,” J. Tek. Perkapalan, vol. 4, no. 2, pp. 409–417, 2016.
  6. A. Papanikolaou and E. Eliopoulou, “On The Development of The New Harmonised Damage Stability Regulations for Dry Cargo and Passenger ships,” Reliab. Eng. Syst. Saf., vol. 93, no. 9, pp. 1305–1316, 2008.
  7. C. B. Barrass and D. R. Derrett, Ship Stability for Masters and Mates. 2012.
  8. O. Anwar, D. Chrismianto, and H. Yudo, “Analisa Stabilitas (Intact, Damage Stability) dan Olah Gerak Landing Craft Tank (LCT) di Konversi Menjadi Tipe Ro-Ro,” 2018.
  9. H. J. Koelman and J. Pinkster, “Rationalizing the practice of probabilistic damage stability calculations,” Int. Shipbuild. Prog., vol. 50, no. 3, pp. 239–253, 2003.
  10. International Maritime Organization (IMO), IMO SOLAS Chapter II-1 Resolution MSC. 281 (85), “Subdivision and Damage Stability Regulation”, Edition 2009. 2009.
  11. A. R. B. Approach, “Application of Probabilistic Damage Stability for Risk Reduction Related to Cruise Ship Operation in Arctic Ragnhild Farstad Høvik,” 2015.
  12. N. A. Cakasana and D. Manfaat, “Analisis Damage Stability Pada Desain Damage Stability Analisys for Pre- Design Concept Fso on Kakap Oil Field,” 2017.