Analisis Penyebab Keterlambatan Waktu Bongkar Muat Di Terminal Peti Kemas Semarang (PELINDO III) Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA)

*Aang Munawar Soleh  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro (Instansi Penulis) Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275 (Alamat Instansi beserta Kodepos)
Received: 20 Sep 2018; Published: 19 Oct 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 536
Abstract
Peran pelabuhan menjadi sektor sentral untuk menunjang kegiatan ekspor impor di Indonesia. Tidak baiknya manajemen di pelabuhan menyebabkan dwelling time belum sesuai dengan target yang ditetapkan  pemerintah. Angka dwelling time di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) mencapai 6,95 hari. Sedangkan target yang ditetapkan pemerintah adalah 3 hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab lamanya dwelling time, menganalisis faktor yang menjadi prioritas dalam perbaikan dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk menanggulangi masalah tersebut. Akar permasalahan dapat diketahui menggunakan analisis risiko dengan metode Fault Tree Analysis. Metode Delphi digunakan untuk mendapatkan konsensus dari para pakar dalam menentukan indikator penyebab lamanya dwelling time. Metode Analytical Hierarchy Process digunakan untuk pembobotan dan mengetahui penyebab yang paling prioritas. Pre Customs Clearance, Customs Clearance, dan Post Customs Clearance menjadi tiga tahap yang mempengaruhi dwelling time. Pre Customs Clearance menjadi tahapan yang paling prioritas dalam perbaikan karena memakan waktu 3,05 hari dengan bobot 0,66. Disusul dengan Post Customs Clearance yang memakan waktu 1,88 hari dengan bobot 0,25 dan Customs Clearance 0,97 hari dengan bobot 0,09. Importir menjadi faktor yang paling banyak menyebabkan keterlambatan pada masing masing kategori faktor dengan bobot 0,595 pada Pre Customs Clearance, 0,594 pada Customs Clearance, dan 0,715 pada Post Customs Clearance.
Keywords: Dwelling time; Fault Tree Analysis; Delphi; Analytical Hierarchy Process

Article Metrics:

  1. A. Artakusuma, “Analisis Import Container Dwelling Time di Pelabuhan Peti Kemas Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok,” Jurnal Teknik Institut Teknologi Bandung, 2012.
  2. I. M. Ruwantono dan S. N. W. Pramono, “Analisis Penyebab Tidak Tercapainya Target Dwelling Time Menggunakan Metode Fault Tree Analysis Studi Kasus: Pelabuhan Tanjung Priok,” Jurnal Teknik Industri Universitas Diponegoro, 2016.
  3. R. A. A. Narindra, M. A. Musadieq dan S. , “Analisis Pengaruh Dwelling Time Terhadap Pendapatan Studi Pada PT. Terminal Peti Kemas Semarang tahun 2011-2015,” Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Universitas Brawijaya, vol. 41, pp. 51-56, 1 Desember 2016.
  4. B. Triatmodjo, Perencanaan dan Manajeman Pelabuhan, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta: Beta Offset Yogyakarta, 2010.
  5. G. Raballand, S. Refas, M. Beuran dan G. Isik, “Why Cargo Dwell Time Matters in Trade,” Poverty Reduction and Economic Management (PREM) Network, 2012.
  6. J. Nicoll, “Dwell Time and Transit Time Management at The Port of Halifax,” Port of Halifax, p. 2, 2007.
  7. W. Vasely dan F. Goldberg, Fault Tree Handbook, Washington D.C.: U.S. Nuclear Regulatory Commission, 1981.
  8. C. Powell, “The Delphi Technique: myths and realities,” Journal of Advanced Nursing, vol. 4, pp. 378-382, 2003.
  9. T. L. Saaty, “Decision Making With The Analytic Hierarchy Process,” Int. J. Services Sciences, vol. 1, pp. 83-98, 2008.
  10. E. Triantaphyllou dan S. H. Mann, “Using The Analytic Hierarchy Process for Decision Making in Engineering Application: Some Challenges,” Inter’l Journal of Industrial Engineering: Applications and Practice, vol. 2, pp. 35-44, 14 January 1995.
  11. B. Wisanggeni, Analytical Hierarchy Process, Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2010.