Analisis Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Hasil Pengelasan dengan Proses Friction Stir Welding pada Alumunium 6061 Menggunakan Modifikasi Tool Shoulder

*Gema Mar'ie Habibie  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Sarjito Jokosisworo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Ari Wibawa Budi Santosa  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Received: 23 Jul 2018; Published: 23 Jul 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 226
Abstract
Aluminium 6061 merupakan jenis logam paduan yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dalam berbagai bidang industri, termasuk dalam industri perkapalan sebagai rangka konstruksi. Friction Stir Welding (FSW) merupakan teknik pengelasan padat (solid-state welding) dimana proses penyambungan terjadi pada kondisi lumer bukan cair. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi dengan menggunakan modifikasi tool shoulder agar didapatkan pengelasan yang optimal diantara bentuk probe siku (90°) dan bentuk probe tirus (120°). Material aluminium yang digunakan adalah Al 6061. Proses Friction Stir Welding dilakukan dengan putaran tool 2620 RPM dengan feed rate 30 mm/menit dan kemiringan tool 2°. Pengujian yang dilakukan yaitu uji tarik dengan standar ASTM E 8M -00b dan uji impak metode charpy dengan standar ASTM E23. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses FSW dengan menggunakan bentuk tool yang berbeda menyebabkan perbedaan dalam sifat mekanis termasuk kekuatan tarik, impak dan perbedaan dalam struktur mikro. Penggunaan bentuk tool paling optimal yaitu tool dengan bentuk tirus (120°) menghasilkan kekuatan tarik sebesar 56,51 N/mm² serta regangan rata-rata sebesar 6,31%, dan tool dengan betuk tirus (120°) menghasilkan nilai kuat impak terbaik sebesar 0,21 J/mm². Perubahan dari struktur mikro dari sambungan las FSW dengan bentuk tool tirus (120°) memiliki tingkat kerapatan partikel yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan las FSW dengan tool siku, karena struktur mikro yang dihasilkan pada las FSW dengan tool tirus (120°) terlihat lebih menyatu yang terlihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone).
Keywords: Alumunium 6061;Friction Stir Welding;Tool Shoulder;Tarik;Impak;Mikrografi

Article Metrics:

  1. Nurhafid, Aji. Jokosisworo, Sarjito. Budiarto, Untung. 2017. Analisa Pengaruh Perbedaan Feed Rate Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak Aluminium 6061 Metode Pengelasan Friction Stir Welding. Jurnal Teknik Perkapalan, 5(2), 473-481.
  2. Aljufri, Ginting, A. Hamsi, A. & Sibarani, H. 2007. Pengaruh Variasi Sudut Kampuh V Tunggal dan Arus Pada Sambungan Logam Aluminium-Mg 6083 Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan TIG. Jurnal Saintek, 5(2), 14.
  3. Rahayu, Deden. 2012. Analisis Proses Friction Stir Welding (FSW) pada Plat Tipis Alumunium. Universitas Indonesia.
  4. ASM. Metal Handbook Volume 9. 2004.
  5. Wiryosumarto, H., & Okumura, T. 2000. Teknologi Pengelasan Logam. Jakarta: Pradnya Paramita.
  6. Dr. Ir. Yuwono Akhmad Hermawan. M. Phil. Eng. 2009. Buku Paduan Praktikum Karakterisasi Material 1 Pengujian Merusak (Destructive Testing). Universitas Indonesia.
  7. Cahya, Rizky Kusuma. 2017. Analisis Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, Tekuk, dan Mikrografi Alumunium 5083 Pasca Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dengan Media Pendingin Air Laut dan Oli. Universitas Diponegoro.
  8. ASTM E8/E8M-09. 2009. Standard Specification for Aluminum and Aluminum-Alloy Sheet and Plate. USA.
  9. ASTM E23-07a. 2007. Standard Test Methods for Notched Bar Impact Testing of Metallic Materials. USA.
  10. Merdiyanto, Aji. 2016. Pengaruh Putaran Tool terhadap Sifat – Sifat Mekanis Sambungan Pada Alumunium 5051 dengan Metode Friction Stir Welding. Jurnal Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta. 19-25.