Analisa Pengaruh Bentuk Geometri Skeg Terhadap Stabilitas dan Hambatan pada Kapal Ikan KM. Mino Tambah Barokah

*Rishwanda Alun Samudera  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 20 Sep 2018; Published: 19 Oct 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 139
Abstract
KM Mino Tambah Barokah digunakan dalam industri perikanan untuk menampung hasil tangkapan ikan di tengah laut. Dalam hal untuk meningkatan stabilitas dan mengurangi hambatan pada kapal ikan tersebut dilakukan dengan cara menambahkan skeg dan bilgekeel pada lambung kapal guna meningkatan efisiensi setiap aliran air yang mengalir melewati propeller agar lebih baik. Dalam penelitian ini dilakukan analisis hambatan, wake dan stabilitas pada kapal untuk mengetahui bagaimana pengaruh bentuk geometri skeg pada bagian buritan, midship, dan haluan. Dari hasil analisis hambatan kapal didapatkan menggunakan software CFD Tdyn. Perbandingan nilai hambatan kapal yang didapat, Skeg variasi bentuk geometri Foils pakai bilgekeel lebih kecil yaitu 9,28 KN dibandingkan Skeg asli pakai bilgekeel yaitu 10,99 KN. Skeg variasi bentuk geometri Foils tanpa bilgekeel lebih kecil yaitu 9,31 KN dibandingkan Skeg asli tanpa bilgekeel yaitu 10,31 KN. Kapal yang memakai Bilgekeel nilai wake yang terkecil yaitu skeg model foils sebesar 0,198 dibandingkan skeg aslinya yaitu 0,211. Kapal yang tidak memakai Bilgekeel nilai wake yang terkecil yaitu skeg model foils sebesar 0,228 dibandingkan skeg aslinya yaitu 0,243. Dari hasil analisis stabilitas didapatkan menggunakan software maxsurf dengan menggunakan kriteria IMO A.749 (18) Chapter 3.5. Perbandingan nilai GZ yang didapat, Skeg variasi bentuk geometri Foils pakai bilgekeel saat kondisi I memiliki nilai GZ sebesar 2.055 meter lebih baik dari pada Skeg yaitu 2.024 meter, saat kondisi II skeg foils memiliki nilai GZ 0,476 meter lebih baik dari pada skeg asli yaitu 0,473 meter, Perbandingan nilai GZ yang didapat, Skeg variasi bentuk geometri Foils tanpa bilgekeel saat kondisi I memiliki nilai GZ sebesar 2.048 meter lebih baik dari pada Skeg asli yaitu 2.027 meter, saat kondisi II skeg foils memiliki nilai GZ 0,482 meter lebih baik dari pada skeg asli yaitu 0,479 meter, semua variasi yang di analisa memenuhi standar kriteria IMO A.749 (18) Chapter.3.
Keywords: ;

Article Metrics:

  1. Willy, Wishnu. “Anallisa Efisiensi Penggunaan Fins Undership Terhadap Tahanan dan Stabilitas Kapal”. Jurnal Teknik Sistem Perkapalan, Vol.2, No.2, ITS Surabaya, 2013
  2. Harvald. “Analisa Tahanan dan Propulsi Kapal”. Jurnal Teknik dan Ilmu Kelautan, Vol.2, No.4, UHT Surabaya, 2017.
  3. Nurhadi. “Studi Pengembangan Skeg Terkontrol untuk Meningkatkan Kinerja Maneuverability pada Kapal Cepat”. Jurnal Teknologi Kelautan, Vol.5, No.1, ITS Surabaya, 2015
  4. Zhang J F, Yan XP Zhang D. “Ship Trajectory Control Optimization in Anti-collision Maneuvering”, The International Journal on Marine Navigation and Safety of Sea Transportation. Vol.2 No.2, 2013.
  5. Andi H M, M A Djabbar, Nidia Y. “Maneuvering Performance of a Ferry Affected By Rudder Area and Speed”. Indonesian Journal of Naval Architecture. Vol.1, No.1”, 2013
  6. Molland A F. “A Guide to Ship Design, Rudder Design Data”. Journal Unervesity of Southamton, Vol.1, No.4, 2008
  7. Tony Bambang. “Spesifikasi Teknis Kapal Patroli Tipe 36 m”. Jurnal PT Pahala Harapan Lestari, Vol.3, No.1, 2006
  8. Sujantoko. “Analisa Tahanan & Propulsi Kapal”. Hand out untuk Program Pendidikan Tinggi Teknik FTK-ITS, 1998/1999.
  9. Setiawan, Ikhwan. “Analisa Pengaruh Lunas
  10. Bilga Terhadap Olah Gerak Kapal Dan
  11. Hambatan Total Pada Kapal Ikan Tradisional Tipe Kragan”, Jurnal Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro, Vol.3, No.3, 2016
  12. Samoilescu G, Radu S. “Stabilisers and Stabilising Systems on Ships”, Journal Targu International Conference, Vol.6, 2002