Analisa Pengaruh Pemasangan Bilge Keel dengan Variasi Kecepatan Terhadap Hambatan Gelombang,Viskos dan Gesek serta Olah Gerak dan Stabilitas pada Kapal Ikan Tradisional 70 GT

*Ganang Adi Baskoro  -  Departement Teknik Perkapalan, FakultasTeknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Berlian Arswendo Adietya  -  Departement Teknik Perkapalan, FakultasTeknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Eko Sasmito Hadi  -  Departement Teknik Perkapalan, FakultasTeknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pada studi kasus ini, nelayan di Jawa Tengah menambah kan bilge keel pada kedua sisi lambung kapal ikan tradisional 70 GT. Dalam mindset mereka dengan melakukan modifikasi dan penambahan-penambahan bulb pada kapal, kapal mereka akan menjadi lebih cepat dan mempunyai daya tahan yang lebih baik. Padahal efek yang ditimbulkan dari segi hambatan ataupun stabilitasnya, bisa lebih baik ataupun lebih buruk. Untuk mengetahui efek yang ditimbulkan maka dilakukan analisa terhadap hambatan, olah gerak dan stabilitasnya. Langkah awal adalah melakukan pengukuran langsung terhadap kapal ikan tradisional 70 GT. Setelah mendapatkan dimensi ukuran kapal dan bilge keel dilakukan permodelan pada software autocad dan maxsurf. Selanjutnya dilakukan analisa terhadap kapal tanpa bilge keel dan kapal dengan bilge keel untuk hambatan, olah gerak dan stabilitas nya di software maxsurf. Dari hasil analisa hambatan baik hambatan total,gesek,viskos dan gelombang, kapal dengan bilge keel mempunyai performa lebih jelek dari kapal tanpa bilge keel dengan nilai hambatan total 2,99 kN kapal tanpa bilge keel dan 3,3 kN kapal dengan bilge keel pada kecepatan 5 knot. Dari hasil analisa olah gerak nya, kapal ikan tanpa dan dengan bilge keel mampu berlayar pada tinggi gelombang 2 m dilihat dari kriteria yang ditetapkan Tello,2009 dengan nilai rolling tertinggi 5,900 pada sudut 900 dan pitching tertinggi 2,560 pda sudut 00.Dari hasil analisa stabilitas nya, kapal tanpa dan dengan bilge keel mempunyai stabilitas yang baik untuk kondisi I sampai IV sesuai kriteria yang ditetapkan IMO. Secara keseluruhan dari hasil analisa menggunakan software maxsurf baik hambatan, olah gerak maupun stabilitasnya, antara kapal tanpa bilge keel dan kapal dengan bilge keel mempunyai selisih nilai yang kecil.

 

Keywords: Bilge Keel; Analisa Hanbatan; Analisa Stabilitas; Analisa Olah Gerak

Article Metrics:

  1. Bambang Triatmodjo, 1999, Teknik Pantai, , Yogyakarta, Beta Offset.
  2. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Pasal 1. Tentang Perikanan.
  3. Nomura M, T Yamazaki. 1977. Fishing Techniques. Tokyo: Japan Internasional Cooperation Agency (JICA).
  4. Molland, A.F. (2008), A Guide to Ship Design, Construction and Operation, The Maritime Engineering Reference Book, Butterworth- Heinemann,Elsevier.
  5. Harvald, S A (1983), Resistance and Propulsion of Ships, John Wiley and Sons, Toronto, Canada.
  6. Hogben, N dan Standing, R (1975), Wave Pattern Resistance Fnom Routine Model Tests, Trans.
  7. Tello, M., Ribeiro E Silva, S., & Guedes Soares, C. 2009. Seakeeping performance of fishing vessels in irregular waves. Ocean Engineering, 38(5–6), 763–773. https://doi.org/10.1016/j.oceaneng.2010.12.020.
  8. [IMO] International Maritime Organization. 1995. Code on Intact Stability for All Type of Ships. Covered by IMO Instruments Resolution.