Studi Desain Analisa Perbandingan Performance Kapal Perintis 750 DWT dengan Variasi Hull Menggunakan Pelat Datar

*Nurfi Afriansyah  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Berlian Arswendo Adietya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Good Rindo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Salah satu bentuk inovasi untuk mengurangi waktu dan biaya produksi kapal yakni membuat bentuk lambung dengan pelat baja tanpa adanya proses bending. Secara teknis pembuatan lambung dengan metode ini memiliki pengaruh dalam perubahan performa kapal.Maka dari itu perlu dilakukan perhitungan untuk mengetahui perubahan tersebut terhadap performa kapal. Pada penelitian ini, penulis mencoba untuk membuat desain variasi kapal dengan metode pelat datar yang mengacu pada kapal perintis 750 DWT sebagai desain originalnya, yang nantinya akan dibandingkan nilai performa kapal meliputi; stabilitas, hambatan dan olah geraknya. Untuk perhitungan analisa stabilitas kapal dilakukan dengan menggunakan pendekatan naval architecture commercial software yang mengacu pada kriteria IMO code on Intact stability A.749 (18), Ch 3-design criteria applicable to all ships. Dari hasil analisa perbandingan stabilitas pada setiap kondisi operasi kapal secara keseluruhan memenuhi kriteria IMO. Olah gerak kapal dianalisa untuk memperhatikan gerakan heaving, rolling dan pitching kapal saat kondisi sarat penuh pada kecepatan dinas(V=12 Knot). Hasil analisa RMS Roll untuk desain original dan modifikasi 1, 2 paling tinggi terdapat pada sudut 900 yaitu 8.96, 8.99 dan 8.32. deg. Sedangkan untuk RMS Pitch kapal terbesar terjadi pada head wave 450 untuk semua kapal, dengan RMS Pitch 1.33, 1.37 dan 1.31 deg.

Keywords: Kapal Perintis; Pelat datar; Stabilitas; Olah gerak; Seakeeping

Article Metrics:

  1. Saputra herman, 2012. “Analisa Stabilitas dan Kekuatan Transversal Kapal Penumpang 94 Pax Penyebrangan Muara Angke ke Pulau Tidung”. FT-UI:Depok
  2. “Menristekdikti: Teknologi Kapal Pelat Datar Siap Penuhi Target Produksi 3.500 Kapal Nelayan”. 15 Januari 2017 ://ristekdikti.go.id/menristekdikti-teknologi-kapal-pelat-datar-siap-penuhi-target-produksi-3-500-kapal-nelayan/ > [diakses 19 Maret 2017 jam 21:30 WIB]
  3. Derret, D.R dan C.B Barras, 1999. “Ship Stability for Master and Mates. ”Butterworth-Heineman.
  4. Wibowo, Fadwi Mukti. 2011. “Studi Kelayakan Teknis dan Ekonomis Konversi Kapal Tanker Marlina XV 29990 DWT Menjadi Bulk Carrier”. FTK-ITS:Surabaya.
  5. Molland, A.F. 2008. “A Guide to Ship Design, Construction and Operation”. Butterworth - Heinemann: Elsevier.
  6. Rosmani dan Bochary, Lukman, 2016. ”Studi Pengaruh Perubahan Sarat Terhadap Olah Gerak Kapal di Atas Gelombang”.FTK-Unhas:Makassar
  7. Mulyadi, 2015. “Studi Variabilitas Tinggi dan Periode Gelombang Laut Significan di Selat Karimata”. FSM-Universitas Tanjungpura:Pontianak
  8. Tello, M., Ribeiro E Silva, S., & Guedes Soares, C. 2009. “Seakeeping performance of fishing essels in irregular waves.Ocean Engineering.
  9. Grigoropoulus, G.J., (2004). “Hull Form Optimazion for Hydrodynamics Performance”, Marine Technology, Vol 41, No. pp 167-182.