Evaluasi Regulasi BKI terhadap Respon Konstruksi Kapal LPG Tanker 100 M di North Atlantic Ocean dan Indonesian Waterways Menggunakan Metode Elemen Hingga

*Ladwika Ilham Albiyan  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ahmad Fauzan Zakki  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Imam Pujo Mulyatno  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sukron Makmun  -  Biro Klasifikasi Kapal (BKI)
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Tujuan dari BKI adalah untuk menjamin keamanan kapal dan bangunan lepas pantai yang berada di bawah bendera Indonesia ataupun negara lain yang beroperasi di perairan Indonesia juga diluar Indonesia.Hampir 90% peraturan dan regulasi BKI untuk kapal dan bangunan lepas pantai tidak memiliki batasan wilayah operasi, sehingga dapat dipastikan kapal dan bangunan lepas pantai tersebut dapat beroperasi di seluruh perairan dunia dan tetap dapat bertahan dalam kondisi lingkungan bagaimanapun tanpa terkecuali. Dalam perkembangannya peraturan dan regulasi BKI merujuk pada kondisi lingkungan di perairan Atlantik Utara. Untuk industri kapal dalam negeri, khususnya untuk kapal dan bangunan laut yang hanya beroperasi di perairan Indonesia akan memerlukan peraturan dan regulasi khusus sehingga perncangan desain strukturnya tidak berlebihan. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan percobaan untuk membandingkan kondisi perairan Atlantik Utara dan perairan Indonesia (Zona 1, 2, 3) dengan struktur kapal yang sama. Data yang diambil yaitu respon tegangan dari struktur yang dikenai momen terbesar dari tiap perairan. Permodelan struktur kapal dan analisa FEM menggunakan software Nastran Patran dan untuk analisa kekuatan memanjang menggunakan software Maxsurf Stability. Hasilnya, nilai tegangan teringgi didapat di perairan North Atlantic Ocean pada kondisi sagging yaitu sebesar 1,25 x 108 Pa, sedangkan nilai tegangan terbesar di perairan Indonesia didapat di zona 3 pada kondisi sagging yaitu sebesar 7,53 x 107 Pa. Maka jika dibandingkan dengan perairan North Atlantic Ocean didapat pengurangan tegangan sebesar 32,87 % pada perairan Indonesia.

Article Metrics:

  1. Biro Klasifikasi Indonesia. “Company Profile”.Profil dan Sejarah BKI. 2016. < http://www.bki.co.id/pagestatis-63-company-profile-lang-en.html>. (diakses 22 Februari 2017)
  2. IACS. 2001. IACS Recommendation No.34 Standard Wave Data. United Kingdom. IACS.
  3. European Centre for Medium-rangeWeatherForecast(ECMWF).ERA Interim Datasets.2017. < http://apps.ecmwf.int/datasets/data/interim-full-daily/levtype=sfc/>.(diakses 22 Februari 2017)
  4. NURAYOGA, Fasya; MULYATNO, Imam Pujo; ADIETYA, Berlian Arswendo. ANALISA KEKUATAN STRUKTUR TANK DECK PADA KAPAL (LST) LANDING SHIP TANK KRI.TELUK BINTUNI 7000 DWT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA. Jurnal Teknik Perkapalan, [S.l.], v. 4, n. 4, Oct. 2016. ISSN 2338-0322. Available at: < http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/view/14798>. Date accessed: 06 nov. 2017.
  5. Republik Indonesia. Biro Klasifikasi Indonesia. Rules for the Classification and Construction: Part 1 Seagoing Ships “Volume II Rules for Hull”. Jakarta: Biro Klasifikasi Indonesia, 2016.
  6. Rosyid, D.M., dan Setyawan, D. 2000. Kekuatan Struktur Kapal. Jakarta. Pradnya Paramita.