skip to main content

Perancangan Kapal Selam Tipe Tumblehome Hull Dan Karakteristik

*Meri Nugraha  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Deddy Chrismianto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Berlian Arswendo Adietya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Pulau natuna adalah salah satu kepulauan yang memiliki sumber daya alam gas bumi. Namun natuna akhir-akhir ini sedang ada permasalahan konflik dengan negara cina tentang perebutan sengketa hak milik pulau natuna  yang sebabkan oleh sumber kekayaan yang banyak di pulau natuna. Dengan ini dari sektor kebutuhan suatu Negara untuk mempertahankan negaranya berupaya mengembangkan teknologi terbaru khususnya di bidang maritime untuk kapal selam tersendiri banyak bervariasi dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih. Terlebih kompleksitas kapal selam modern tipe tumblehome hull. perancangan dengan metode trend curve approach dengan menggunakan perhitungan regresi linier sederhana. perhitungan hambatan dengan menggunakan software TYDN CFD, perhitungan stabilitas dihitung pada sudut 0 -900 dengan kriteria IMO, hidrostatik dan equilibirum dibantu dengan perangkat lunak untuk perhitungan. Ukuran utama yang didapat adalah LOA = 79,5 m,  H=9,72 m, T=7,92 m, B=9,6 m CB = 0,543. Nilai hambatan kapal selam yang didapat dengan perhitungan manual dan di validasikan dengan software maxsuft dan TYDN CFD untuk kapal menyelam 348,099 KN untuk kecepatan 20 knot. Volume Normal Surface Condition (NSC) adalah 3212 m3 dan volume submerged 5491,481 m3 dan seimbang dengan perhitungan berat. Skenario ballast kapal daat mengantisipasi skenario pemuatan ekstrim kapal yang ditunjukan oleh polygon equilibirum. Nilai stabilitas pada kondisi NSC memiliki nilai GZ maksimum sebesar 3,565 m pada 900 dan memenuhi kriteria IMO untuk max GZ dan initial GMt.

Fulltext View|Download
Keywords: kapal selam; tumblehome hull; regresi linier sederhana; CFD (computational fluid dynamic); hambatan; polygon equlibirum
  1. D. Kurniawan, 2008 “Regresi Linier”, Vienna, Austria: R Foundation for Statistical Computing,
  2. V. Bertram, 2000 “Practical Ship Hydrodynamics”, Oxford, England: Butterworth-Heinemann,
  3. C. Blizzard, 2008 “Research Report Unpublished” [Design Report Ballistic Missile Defense Submarine SSBMDE], Virginia Tech Areospace and Ocean Engineering, USA
  4. Sims j.philip, 1996 “tumblehome warship”, Department of the Navy,
  5. E.onate, and j.garcia-espinosa, 2001 “element method for CFD analysis of ship” MARNET-CFD Workshop, crete, athens
  6. E.V. Lewis, 1988 “Resistance, Propulsion and Vibration,” Principles of Naval Architecture, New Jersey, USA: The Society of Naval Architects and Marine Engineers
  7. Kusumadewi. anggi, 2016, perairan natuna(online) ( http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160620170157-20139564/perairan-natuna-medan-tempur-indonesiachina/ di akses tanggal 27 mei 2016)
  8. Evans, N.C. 1994. Stability of Submarine.Hong kong: Geotechnical Engginering Office
  9. Jackson, H.A ,1982 “submarine design notes” Massachusetts Institute of Technology,

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.