Analisa Kekuatan Konstruksi Kapal Landing Craft Tank Teluk Katurei Akibat Perubahan Framing System Dengan Metode Elemen Hingga

*Fajrul Falah Rosid  -  Deprtemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Imam Pujo Mulyatno  -  Deprtemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Eko Sasmito Hadi  -  Deprtemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 27 Oct 2017; Published: 27 Oct 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Kapal Landing Craft Tank adalah kapal yang digunakan untuk mengangkut kendaran-kendaraan besar seperti heavy cargo, bulldozer, excavator, dumb truck, loader,dan alat berat lainnya yang sangat diperlukan untuk pekerjaan konstruksi. Selain itu bahan-bahan konstruksi berukuran besar seperti pipa besi, lembaran baja, tangki air dan sebagainya juga dapat diangkut dengan Landing Craft Tank. Akibat adanya beban tersebut akan mengakibatkan distribusi beban pada kapal Landing Craft Tank. Dengan perubahan framing system kapal akan terjadi perubahan karakteristik tegangan. Pada setiap framing system tersebut dilakukan analisa maximum stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari kendaraan, beban setiap kondisi pembebanan serta beban hidrostatik. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan  terbesar dari konstruksi kapal Landing Craft Tank serta mengetahui letak titik kritis pada kapal Landing Craft Tank, berdasarkan tiga variasi kondisi pembebanan kapal Landing Craft Tankyaitu air tenang, sagging dan hogging. Hasil analisa dan perhitungan yang  dilakukan pada kapal Landing Craft Tank model satu dalam kondisi air tenang sebesar 68 N/mm2, kondisi sagging sebesar 76,8 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 74,1 N/mm2. Untuk model dua dalam kondisi air tenang sebesar 68 N/mm2, kondisi sagging sebesar 74,8 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 72,6 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Landing Craft Tank masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan maupun safety factor standar BKI.
Keywords: Landing Craft Tank; sagging,hogging; Metode elemen hingga

Article Metrics:

  1. Alam, M.S. 2005. Finite element Modeling of Fatigue Crack Growth in Curved-Welded Joints Using Interface Elements. University of Illinois. Illinois
  2. Biro Klasifikasi Indonesia. 2013. BKI 2013 Volume II Rule of Hull. Jakarta
  3. Dapas, Servie O. 2011. Aplikasi Metode Elemen Hingga Pada
  4. Analisis Struktur Rangka Batang. Universitas Sam Ratulangi. Manado
  5. Djaya, I., K. 2008. Teknik Konstruksi Kapal Baja. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional
  6. Mulyatno, I.P., Amiruddin, Wilma.,Maranata, Nofia. 2014. Analisa Kekuatan Konstruksi Kapal Tugboat Ari 400 HP Dengan Metode Elemen Hingga. Program Studi S1Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro. Semarang
  7. Popov, E.P. 1978.Mechanics of Material, 2nd edition, Prentice-Hall, Inc., Englewoood Cliffs. New Jersey. USA
  8. Prabaswara, Radite., Aryawan, Wasis Dwi. 2013. Perancangan Kapal LCT (Landing Craft Tank) Pengangkut CNG (Compressed Natural Gas) Berbahan Bakar Gas di Daerah Kalimantan Timur. Institut Sepuluh Nopember . Surabaya
  9. Zakki, Ahmad Fauzan,. Iqbal, Muhammad. Gea, Raendi Meivando. 2015. Analisa Struktur Kontruksi Geladak Akibat Penambahan Deck Crane Pada Landing Craft Tank 1500dwt Berbasis Metode Elemen Hingga. Program Studi S1Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro. Semarang
  10. Ship Structure Committee.2011.Reliability-Based Performance Assessment Of Damaged Ships. Ship Structure Committee. U.S Coast Guard
  11. Zubaly, Robert B. 1996. Applied Naval Architecture. Cornell Maritime Press. Centreville