Analisis Teknis Komposit Serat Daun Gebang (Corypha Utan L.) Sebagai Alternatif Bahan Komponen Kapal Ditinjau Dari Kekuatan Tekuk Dan Impak

*Hanung Bayu Setiawan  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartono Yudo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sarjito Jokosisworo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Serat daun gebang merupakan penguat komposit alami yang memiliki struktur serat yang kontinyu kuat, tidak membahayakan kesehatan, murah, tersedia melimpah karena belum temanfaatkan dengan baik serta dapat mengurangi polusi lingkungan. Pembuatan komposit serat daun gebang pada penelitian ini menggunakan metode hand layup dengan arah orientasi serat lurus, fraksi volume 70% matriks polyester dan 30% serat daun gebang dengan perlakuan alkali (NaOH) selama 4 jam. Hasil pengujian komposit berpenguat serat daun gebang didapatkan nilai uji bending tertinggi dimiliki oleh komposit dengan arah sudut 22,5° dengan nilai rata – rata 1048 Newton,  rata-rata kekuatan tekuk sebesar 27,905 N/mm² dan rata-rata nilai modulus elastisitas sebesar 27,905 Kg/mm2, nilai uji impact tertinggi pada sudut 22,5°  mempunyai  energi impak rata-rata sebesar 1,36 joule dengan nilai keuletan rata-rata  0,0078 joule/mm2 dan berdasarkan hasil pengujian bending dan impak yang didapat, semakin kecil sudut arah serat maka semakin besar kekuatan yang mempengaruhi hasil pengujian. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekuatan tarik,  modulus elastisitas dan kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat daun gebang belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kekuatan tarik dan modulus elastisitas dari BKI yang mempunyai nilai modulus elastisitas 6860 N/mm²  dan kekuatan bending 150 N/mm².

Keywords: serat daun gebang; metode hand lay up; polyester resin; alkalisasi; bending; impact

Article Metrics:

  1. Sulistijono. (2012). Mekanika Komposit. Surabaya: ITSpress
  2. Diharjo, K., dan Triyono, T. (2000). Buku Pegangan Kuliah Material Teknik
  3. Hadi, T. S., Jokosisworo, S., & Manik, P. (2016). Alternatif Bahan Komposit Pembuatan Kulit Kapal Ditinjau Dari Kekuatan Tarik , Bending Dan Impact, 4(1), 323–331
  4. Kuncoro Diharjo. (2006). Pengaruh Perlakuan Alkali terhadap Sifat Tarik Bahan Komposit Serat Rami-Polyester. Jurnal Teknik Mesin, 8(1), 8–13. Retrieved from http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/mes/article/view/16474
  5. Bismarck A, Askargota IA, Lamphe T, Wielaye B, Stamboulis A, Skenderovich I, L. H. (2002). Surface Characterization of Flax, Hemp and Cellulose Fibres: Surface Properties and the Water Uptake Behavior
  6. Surdia, T., & Met, M S, Saito, S. (1999). Pengetahuan Bahan Teknik (4th Ed.). Jakarta: Pradnya Paramita
  7. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
  8. Anonim. (2004). Annual Book ASTM Standart
  9. BKI. (2015). Guidance for the classification and construction part 3. special ships, V