Studi Perancangan Kapal Kargo 14.715 Dwt Rute Pelayaran Tanjung Perak-Batu Ampar

*Setto Pramudyo Kusumo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Berlian Arswendo Adietya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ari Wibawa Budi Santosa  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Sebagai negara kepulauan yang kaya akan hasil bumi, Indonesia memerlukan sarana penghubung untuk memeratakan hasil buminya. Salah satu alat transportasi tersebut adalah kapal laut. Kapal laut memiliki kapasitas yang bisa dirancang lebih besar dibanding alat transportasi lainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang kapal kargo yang mampu untuk mengangkut hasil bumi dari wilayah satu ke wilayah lainya khususnya Tanjung perak - Batu ampar. Hal ini disebabkan karena wilayah Jawa Timur selalu surplus beras, sementara wilayah Kepulauan Riau selalu kekurangan stok beras. Perancangan kapal dengan metode perbandingan regresi linear. Untuk pemodelan kapal menggunakan software Auto Cad, Delftship, dan 3ds Mx sertasoftware Maxsurf untuk analisa karakteristik kapal. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu LPP = 120,30 m, B = 19,80  m, H = 14,60 m, T = 9,51 m, Vs =15,7 knot, DWT = 14.715 Ton.

Keywords: Beras; Hasil bumi; Permodelan Kapal; Transportasi; Ukuran Utama

Article Metrics:

  1. Biro Klasifikasi Indonesia, 2014, ”VOLUME II RULES FOR HULL 2014 EDITION”, RULES FOR THE CLASSIFICATION AND CONSTRUCTION, Jakarta
  2. BMKG, 2015
  3. IMO (International Maritime Organization) tahun 1993
  4. Santoso, IGM, Sudjono, YJ, 1983, ” Teori Bangunan Kapal “, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Indonesia
  5. Fakultas Teknologi Kelautan, ITS