Optimasi Bentuk Haluan Kapal Ferry Untuk Mendapatkan Olah Gerak Yang Terbaik Di Daerah Kepulauan Mentawai

*Alfonso Nababan  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Deddy Chrismianto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Berlian Arswendo Adietya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Kapal dengan gerakan yang berlebihan saat beroperasi menyebabkan kondisi tidak nyaman bagi awak kapal (mabuk atau terpental) saat melakukan aktifitas diatas kapal. Hal ini akan membatasi kemampuan dan lama waktu operasi kapal dilaut, khususnya bila terjadi gelombang yang cukup besar. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah tersebut kecepatan kapal tersebut harus dikurangi, terlebih lagi saat kapal berhadapan dengan gelombang dari depan kapal. Hal itu bertujuan agar para kru kapal dapat bekerja dengan baik dan juga mencegah kemungkinan kapal tersebut rusak. Tapi disamping itu efisiensi kapal tersebut berkurang dikarenakan kapal tersebut tidak dapat berlayar sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Sehingga diperlukan suatu analisa dan studi terhadap bentuk haluan ini, salah satunya dengan melakukan analisa teknis variasi bentuk haluan. Bentuk haluan kapal diubah dengan hanya mengubah sudut linggi haluan dengan cara menambah panjang Lwl kapal. Model dimodifikasi dengan maxsurf modeler dan  dianalisa dengan menggunakan maxsurf motion. Penelitian ini di lakukan untuk mendapatkan bentuk model haluan kapal dengan olah gerak yang optimal dengan hasil analisa gerakan rolling, heaving dan pitching dari setiap variasi desain. Berdasarkan dari hasil seluruh perhitungan dan analisis yang dilakukan dengan maxsurf motion didapatkan model 4 merupakan model dengan olah gerak yang optimal dari model lainnya dengan nilai vertical acceleration 0,5979 g, nilai pitch acceleration 0,0016 rad/s/s, nilai heave acceleration 0,027 rad/s/s, dan nilai roll acceleration 0,0412 rad/s/s pada ketinggian 0,7 m dengan kecepatan maksimum 25 knot dengan wave heading 3,14 rad.

Keywords: olah gerak; katamaran; maxsurf modeler; conventional bow; panjang Lwl; optimal

Article Metrics:

  1. Isra, Muhammad., (2009). Analisis Seakeeping dan Manouvering Kapal Patroli Cepat untuk Wilayah Timur. Surabaya: Jurusan Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Sepuluh November
  2. E. Sarioz., (2009). Inverse Design of Ship Hull Forms for Seakeeping. Turkey: Faculty Of Naval Architecture And Ocean Engineering, Technical University of Istanbul
  3. J.A.Keuning, J.Pinkster, F.Van Walree. Further Investigation Into The HydroDynamic Performance of The Axe Bow Concept. Netherlands. Maritime Research Institute
  4. Leon Alexander Faison., (2013). Design of a High Speed Planing Hull with a Cambered Step and Surface Piercing Hydrofoils. Massachusetts: Department of Mechanical Engineering, Massachusetts Institute of Technology
  5. Iqbal, Muhammad. Rindo, Good. Optimasi Bentuk Demihull Kapal Katamaran Untuk Meningkatkan Kualitas Seakeeping Semarang: Jurusan Teknik Perkapalan, Universitas Diponegoro
  6. Permata, Randi., (2015). Studi Perancangan Kapal Penumpang dan Barang untuk Penyebrangan Teluk Bungus –Tua Pejat Kepulauan Mentawai Sumatera Barat. Semarang: Jurusan Teknik Perkapalan, Universitas Diponegoro