Analisa Teknis Kekuatan Mekanis Material Komposit Berpenguat Serat Tanaman Mendong (Fimbrystylis Globulosa) Ditinjau dari Kekuatan Bending dan Impak

*Dhony Catur Pamungkas  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sarjito Jokosisworo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ari Wibawa Budi Santosa  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Tanaman Mendong (Fimbrystylis Globulosa) merupakan tanaman yang tumbuh di lahan basah dan di daerah berlumpur. Hasil utama tanaman mendong adalah berupa batang serta tangkai bunga yang dikenal dengan istilah “mendong”. Mendong merupakan jenis tanaman rumput yang memiliki serat yang cukup kuat. Pemanfaatan serat mendong sebagai material penguat komposit akan mampu meningkatkan nilai tambah dari tanaman mendong. Dari pertimbangan tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan analisa teknis berupa kekuatan tarik dan kekuatan Impak dari komposit berpenguat serat tanaman mendong dengan variasi NaOH dan Tanpa NaOH dengan pola sudut 45° dan 90°.Hasil pengujian komposit berpenguat serat tanaman mendong didapatkan nilai uji bending tertinggi dimiliki oleh komposit dengan arah sudut 45°(Perlakuan NaOH) dengan nilai rata – rata 750 Newton,  rata-rata kekuatan tekuk sebesar 55,32 N/mm² dan rata-rata nilai modulus elastisitas sebesar 2983,40 N/mm2, nilai uji impak  tertinggi pada sudut 45°(Tanpa NaOH)  mempunyai  energi impak rata-rata sebesar 1,38 joule dengan nilai keuletan rata-rata  0,0158 joule/mm2. Hasil pengujian menunjukan bahwa kuat tekan,  modulus elastisitas dari kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat tanaman mendong belum memenuhi ketentuan peraturan dari BKI yang mempunyai nilai modulus elastisitas 6860 N/mm²  dan kekuatan bending 150 N/mm².

Keywords: tanaman mendong; modulus elastisitas; tekuk; impak.

Article Metrics:

  1. Anonim, 2004. “Annual Book ASTM Standart”, USA
  2. Biro Klasifikasi Indonesia,1996.”Rules and Regulation for The Classification and Construction of Ships”
  3. Ellyawan. 2008. Panduan Untuk Komposit. dipetik maret 2012 dari http:// www.ellyawan.dosen.akprind.ac.id
  4. Gibson, R. F. (1984). Pinsiple of Composite Material Mechanics. New York: Mc Graw Hill
  5. Hull, D. (1981). An Introduction to Composite Material. New York: Cambridge University Press
  6. K. Van Rijswijk, W.D Brouwer and A. Beukers, 2001 “Application of Natural Fibre Composites In The Development of Rural Societies”, Structures and Materials Laboratory, Faculty of Aerospace Engineering, Delft University of Technology
  7. Mujiarto, I. (2005). Sifat dan Karakteristik Material Plastik dan Bahan Aditif. Jurnal Traksi , Vol. 3 No. 2
  8. Sirait, D. H. (2010, September 22). Material Komposit Berbasis Polimer Menggunakan Serat Alami. Dipetik Februari 5, 2012, dari http://dedyharianto.wordpress.com
  9. Smallman, R. (2000). Metalurgi Fisik Modrn dan Rekayasa Material (Edisi keenam ed.). (S. Djaprie, Penerj.) Jakarta: Erlangga
  10. Surdia, T. (1995). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: Pradnya Paramita
  11. Vlack, L. H. (2004). Elemen-elemen Ilmu dan Rekayasa Material. (S. Djaprie, Penerj.) Jakarta: Erlangga
  12. Vlack, L. H. (1985). Ilmu dan Teknologi Bahan. Jakarta: Erlangga
  13. Witono, K., Irawan, Y.S., Soenoko, R., dan Suryanto, H., 2013, Pengaruh Alkali (NaOH) Terhadap Morfologi dan Kekuatan Tarik Serat Mendong, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang