Peranan Fender Dalam Studi Kasus Tubrukan Landing Ship Tank Dengan Haluan Tugboat 2x800 HP Menggunakan Metode Elemen Hingga

*Agung Putra  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartono Yudo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Imam Pujo Mulyatno  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Impact adalah benturan antara dua benda dalam waktu yang singkat dengan gaya yang besar. Penelitian tubrukan kasus ini pada haluan tugboat 2 x 800 HP dengan Landing Ship Tank menggunakan metode elemen hingga dengan software Ansys-LS DYNA.Pada penelitian ini digunakan 2 variasi yaitu tubrukan dimana tugboat tidak dilengkapi fender dan tugboat dilengkapi fender. Nilai ketebalan pelat yang digunakan yaitu 10 mm, dengan variasi kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot. Nilai pembebanan yang digunakan menggunakan energi kinetik masing-masing 0,77 MJ, 7,37 MJ, dan 28,23 MJ. Hasil analisa menunjukkan kerusakan pada badan kapal akan bertambah dengan bertambahnya kecepatan. Penambahan fender pada tugboat dapat mengurangi kerusakan pada badan kapal. Nilai gaya kontak maksimum sebelum diberikan fender dari kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot, masing-masing 280,82 MN, 428,5 MN, dan 810,97 MN, setelah diberikan fender nilai gaya kontak maksimum menjadi 76,63 MN, 289,22 MN, dan 485,32 MN. Nilai Energi Kinetik  untuk tugboat yang tidak dilengkapi fender  kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot, masing – masing  EK0 = 0,77 MJ dan EK1= 0,08 MJ, EK0 = 7,37 MJ dan EK1= 0,32 MJ, EK0 = 28,23 MJ dan EK1= 11,32 sedangkan untuk tugboat  yang dilengkapi fender nilai maksimum gayanya masing masing  EK0 = 0,17 MJ dan EK1= 0,02 MJ, EK0 = 0,48 MJ dan EK1= 0,03 MJ, EK0 = 11,27 MJ dan EK1= 0,17 MJ. Sehingga dengan ditambahkannya fender dapat mengurangi kerusakan pada badan kapal saat tubrukan.

Keywords: Ansys-LS Dyna; Tubrukan; Fender; Metode Elemen Hingga

Article Metrics:

  1. Zabur.Anjasfianto. (2013,9 Desember). “Tabrakan antara kapal kontainer KM joerney dan kapal penumpang KM.Lambelu”. http://www.tribunnews.com/regional/2014/04/01/tabrakan-dua-kapal-tidak-ganggu-pelayaran-di-tanjung-perak. (diakses tanggal 10 September 2014)
  2. Mursid, Ocid, 2015. Analisa Tubrukan Pada Lambung Kapal Self Propelled Oil Barge (Spob) 5000 Dwt Dengan Jetty Menggunakan Metode Elemen Hingga. Tugas Akhir Jurusan Teknik Perkapalan: UNDIP.Semarang
  3. ANSYS. 2012. Mechanical APDL Introductory Tutorials.
  4. ANSYS. 2014. Mechanical APDL Introductory Tutorials.
  5. Long, N.T. Collision accident between ship and jett.Department of Engineering Mechanics, Ho Chi Minh University of Technology, Vietnam.
  6. Saputra, E. H. Murdjito., Handayanu., 2011. Analisa modifikasi struktur boatlanding pada fixed offshore platform akibat tubrukan crewboat.Tugas Akhir Jurusan Teknik Kelautan; ITS,Surabaya.
  7. Chen, Donghui. 2000. Simplified Ship Collusion Model. Dissertation submitted to the faculty of Virginia Polytechnic Institute and State University.
  8. Asachi, Gheorghe. 2011, Penalty Based Algorithms for Frictional Contact Problem.Faculty of Civil Engineering and Building Service, Technical University of Iasi