Studi Perbandingan Mesin Outboard Honda GX200 Bahan Bakar Bensin Premium dan Bahan Bakar Elpiji yang Dimodifikasi dengan Konverter Gas pada Kapal Nelayan Tradisional Tanjung Mas

*Ferdinand Gerald Bogar Nono  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartono Yudo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Jan 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Permasalahan energi bagi kelangsungan hidup manusia merupakan masalah pelik yang harus ditanggapi semua negara dunia dewasa ini. Tidak tersedianya cadangan minyak dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang panjang memaksa setiap elemen masyarakat berinovasi menyikapinya. Di Indonesia, melalui Perpres No. 126 tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Elpiji untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil, merupakan bukti nyata usaha pemerintah dalam merespon masalah kelangkaan yang terjadi. Pengunaan BBG Elpiji sebagai pengganti BBM Premium merupakan salah satu usaha intensifikasi untuk mengurangi angka ketergantungan nelayan pada BBM Premium. Di samping harganya yang murah, pembakaran yang dihasilkan BBG Elpiji jauh lebih baik dibandingkan BBM Premium sehingga bisa menekan biaya operasional tanpa mengurangi jumlah hasil tangkapan. Penelitian ini melalui 2 tahap pengujian, yakni pengujian tanpa beban yang dilakukan di Laboratorium BBPI Semarang dan pengujian dengan beban yang dilakukan kolam pelabuhan Tanjung Mas Semarang dengan menggunakan mesin outboard Yamaha MZ200 6,5 PK. Beban yang dimaksud adalah tahanan kapal uji serta 3 buah propeller uji sebagai variabel terikat. Hasil dari penelitian ini adalah pada pengujian tanpa beban, untuk RPM tinggi (3200) konsumsi BBM Premium jauh lebih tinggi dibandingan BBG Elpiji yakni 0,511 Kg/Jam untuk BBM Premium dan 0,373 Kg/Jam untuk BBG Elpiji. Propeller yang dianjurkan bagi nelayan adalah tipe 4-5 di mana propeller tipe ini terbukti lebih ekonomis saat menggunakan BBG Elpiji dengan selisih mencapai Rp.3.866,00 selama 4 jam pemakaian mesin.

Keywords: bbm premium; bbg elpiji; Yamaha MZ200; Honda GX200; 6.5 PK; konverter kit

Article Metrics:

  1. A. Supardi, Kapal Penangkap Ikan”. Jakarta: STP Press. 2010
  2. Baruno, Bagus. Dkk, Kinerja LPG pada Motor Bakar 6,5 HP Sebagai Bahan Bakar Alternatif Perahu Penagnkap Ikan. Bogor: IPB
  3. Hartanto, Agus. Dkk. Kajian Kebijakan Konversi dari BBM ke BBG untuk Kendaraan di Provinsi Jawa Barat, Round Table Disccussion, Puslit Tenaga Listrik dan Mekanik. Bandung: LIPI. 2010
  4. Mandra, Moh. Ahsan S. Dkk. Konversi Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) bagi Nelayan di Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar. Makasar: UNM
  5. Pudjanarsa Astu & Djati Nursuhud. Mesin Konversi Energi. Jogjakarta: Andi. 2006
  6. Rahardjo, Oktavian. Dkk. Bahan Bakar Gas CNG Alternatif Pengganri BBM Kapal Perikanan. Semarang: BBPI. 2011
  7. Rahardjo, Oktavian. Dkk. Penggunaan LPG untuk Motor Penggerak Kapal Perikanan < 5 GT. Semarang: BBPI. 2011
  8. Alam, Reza Shah. Kajian Teknis dan Ekonomis Penggunaan LPG dan Bensin Premium Sebagai Bahan Bakar Motor Bensin 4 Tak pada Kapal Nelayan Tradisional. Tugas Akhir pada FT UNDIP. Semarang: Tidak diterbitkan. 2013