Analisa Tegangan Sistem Perpipaan Filling Shed Pada Terminal LPG Opsico-Pertamina Semarang Berdasarkan Jarak Support Akibat Beban Lingkungan Dengan Metode Elemen Hingga

*Bakhtiar Muhammad  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartono Yudo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Berlian Arswendo Adietya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Perancangan sistem perpipaan yang baik dan aman sangat dibutuhkan untuk menjamin kelangsungan dari proses serta menjamin keamanan. Support pada pipa berfungsi untuk menumpu pipa tersebut dari permukaan tanah yang tidak rata, sehingga dapat membuat posisi pipa tetap stabil dan tidak naik-turun karena perbedaan ketinggian akibat adanya penurunan permukaan tanah. Penelitian ini menganalisa tegangan pipa akibat besarnya jarak antar support serta akibat pembebanan oleh Berat Pipa dan Berat Fluida, Tekanan kerja pada pipa, dan Temperatur kerja pada pipa sehingga didapatkan nilai tegangan yang terjadi pada sistem perpipaan tesebut dengan bantuan program Finite Element Method (FEM).  Dalam proses analisa menggunakan software Intergraph CAESAR II, kami mendapatkan hasil tegangan dari kondisi Sustained Load (Berat pipa dan Berat Fluida + Tekanan kerja pada pipa) bahwa tidak ada segmen node yang melebihi batasan allowable stress yang diijinkan yaitu sebesar 137892 kPa. Tegangan terbesar terdapat pada bagian elbow pipa yaitu node 2118, 3075, 3078, 4078, 5078, 6078, 7078 sebesar 115308.4 kPa. Sedangkan pada kondisi Expansion Load (Temperatur kerja pada pipa) tidak ada segmen node yang melebihi batasan allowable stress yang diijinkan yaitu sebesar 327729 kPa. Tegangan terbesar terdapat pada bagian elbow pipa yaitu node 2118, 3075, 3078, 4078, 5078, 6078, 7078 sebesar 22701.6 kPa. Untuk proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, kami mendapatkan total hasil tegangan pada pipa yang memiliki jarak support terbesar yaitu 6050 mm pada node 140-150, sebesar 6620 kPa. Sedangkan pada software Intergraph CAESAR II pada node 140-150 memiliki tegangan sebesar 6641.7 kPa untuk kondisi Sustained Load .

Keywords: Tegangan; Sustained Load; Expansion Load

Article Metrics:

  1. P. Parada Anugerah, Kurniawan. (2014). Analisa Rancangan Pipe Support pada Sistem Perpipaan High Pressure Vent Berdasarkan Stress Analysis denan Pendekatan Caesar II. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)., Indonesia.
  2. Dr. D. P. Vakharia, Mohd. Farooq A. (2009). Determination of Maximum Span Between Pipe Supports Using Maximum Bending Stress Theory. S. V. National Institute of Technology., India.
  3. Kannappan, Sam. (1986). Introduction to Pipe Stress Analysis. John Wiley & Sons, Inc., U.S.A.
  4. _________. ASME. (2012) . B31.3 Process Piping. New York : American Society of Mechanical Engineers.
  5. Grinel,ITT. (1981). Piping Design and Engineering. ITT Grinnell Industrial Piping Corporation, U.S.A.