Analisa Penambahan Bulbous Bow Pada Kapal Perintis 750 DWT Guna Mengurangi Efek Slamming

*Brian Haksa Nova  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Eko Sasmito Hadi  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muhammad Iqbal  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Kemampuan olah gerak kapal (seakeeping) merupakan salah satu aspek penting pada Perancangan sebuah kapal. Hal itu berkaitan dengan gerakan kapal dalam  merespon pengaruh gaya-gaya luar yang bekerja pada kapal. Gerakan ini akan berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan sebuah kapal. Dalam upaya meningkatkan kualitas seakeeping pada kapal perintis 750 DWT. Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan variasi penggunaan tipe bulbous bow terhadap seakeeping dengan menggunakan tiga tipe bulbous bow yaitu tipe – Δ (Delta Type), tipe – 0 (Ellips Type), dan tipe – V (Nabla Type). Bulbous Bow dan kecepatan kapal divariasikan untuk melihat probabilitas dan  intensitas slamming yang paling rendah. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan Maxsurf dan kemudian dilakukan analisa gerakan menggunakan metode Hydrodinamic Diffraction. Hasil penelitian ini menunjukan. Untuk respon gerakan heave (vertical acceleration) variasi Bulbous Bow tipe – V (nabla) mempunyai respon yang lebih baik daripada kapal dengan  tipe bulbous lainnya, dimana berbanding terbalik dengan respon gerakan pitch, variasi bulbous bow tipe – Δ (delta) mempunyai respon yang lebih baik dibanding  kapal dengan  tipe bulbous bow  model lainnya. Penelitian menunjukan  bahwa penambahan variasi bulbous bow tipe – Δ (Delta Type), tipe – 0 (Ellips Type), dan tipe – V (Nabla) semua memenuhi standart Seakeeping criteria Nordsfork ’87. Dan niai  probabilitas slamming terendah didapatkan dari bulbous bow tipe – Δ (Delta Type).

Keywords: slamming; Bulbous Bow; Perintis 750 DWT

Article Metrics:

  1. AQWA User Manual.2012
  2. Atlar, M., Seo, K., Sampson, R., Danisman, D.B. 2013. Anti-slamming bulbous bow and tunnel stern applications on a novel Deep-V catamaran for improved performance, International Journal of Naval Architect & Ocean Engineering Vol 5 : 302-312
  3. Bhattacharyya, R. 1972. Dynamic of Marine Vehicles. New York, United State of America.
  4. Darmawan, I., Djatmiko, E.B., Murtedjo, M. 2012. Analisa Slamming Offshore Patrol Boat. Jurnal Teknik POMITS Vol 1 : 1-6.
  5. Iqbal, M dan Rindo, G. 2016. Pengaruh Anti-Slamming Bulbous Bow Terhadap Gerakan Slamming Pada Kapal Perintis 200 DWT. KAPAL Vol 13. No. 1
  6. Iqbal, M dan Rindo, G. 2015. Optimasi Bentuk Demihull Kapal Katamaran Untuk Meningkatkan Kualitas Seakeeping. KAPAL Vol 11. No. 1 : 19-24
  7. N. (1987), “NORDFORSK (1987) - Seakeeping Criteria,” p. 1987, 1987.
  8. Scamardella, A. dan Piscopo, V. 2014. Passanger Ship Seakeeping Optimization by the Overall Motion Sickness Incidence
  9. Serter, E.H., 1993. Hydrodynamics and naval architecture of Deep-Vee hull forms. Research Developments-Designs, Hydro Research Systems S.A. March