ANALISA SEAKEEPING DAN PREDIKSI MOTION SICKNESS INCIDENCE ( MSI ) PADA KAPAL PERINTIS 500 DWT DALAM TAHAP DESAIN AWAL ( INITIAL DESIGN )

*Dian Purnama Putra  -  Teknik Perkapalan,, Indonesia
Deddy Chrismianto  -  Teknik Perkapalan,, Indonesia
Muhammad Iqbal  -  Teknik Perkapalan,, Indonesia
Published: 1 Jul 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Gerakan kapal terombang – ambing atau naik turun di laut lepas yang diakibatkan oleh ombak yang besar dan terus menerus dapat mengakibatkan gejala sakit berupa kepala pusing, mual bahkan muntah yang seringkali diistilahkan sebagai mabuk laut (sea sickness atau motion sickness). Pada kapal penumpang (ferry) kondisi ini menjadi suatu persyaratan penting yang harus dipertimbangkan dalam proses desain. Dalam penelitian ini dilakukan kajian terhadap hasil perhitungan dan simulasi percepatan vertikal gerakan kapal Perintis 500 DWT sehingga bisa dilihat unjuk kerja kapal terhadap kenyamanan penumpang. Kenyamanan pada penumpang dilihat dari indeks jumlah penumpang yang mengalami mabuk laut pada periode tertentu dengan mengacu pada standard ISO-2631/1997. Perhitungan dan simulasi dilakukan pada beberapat titik di kapal untuk melihat percepatan vertikal yang terjadi. Dari hasil simulasi didapatkan pengaruh dari lokasi pengukuran, durasi dan arah ombak terhadap persentase jumlah penumpang yang mengalami gejala mabuk laut atau motion sickness incidence (MSI). Setalah mendapatkan nilai MSI lalu ditampilkan dalam diagram batang sebaran MSI/MSImax di tiap-tiap remote location di tiap deck kapal. Indeks baru yaitu Overall Motion Sickness Incidence (OMSI), juga disajikan sebagai salah satu output pada prediksi tingkat kenyamanan penumpang ini, dimana dalam perhitungan OMSI ini memakai 3 sea-state berbeda dan juga di masing-masing sea-state disimulasi dengan 4 tipe periode (Tz) berbeda, sehingga didapatkan nilai OMSI saat heading angle 180O yang paling kecil berada di sea-state slight saat Tz = 4,439 s, yaitu sebesar 00224 %, dan OMSI saat heading angle 90yang paling kecil berada di sea-state slight saat Tz = 12,043 s yaitu sebesar 0,3244 %. Dari hasil analisa seakeeping dan prediksi MSI dan OMSI, maka didapatlah prediksi tempat-tempat operasional Kapal Perintis 500 DWT ini, kapal ini hanya akan aman dan nyaman saat dioperasionalkan di daerah slight water dan moderate water, namun untuk rough water kapal ini tidak direkomendasikan karena tinggi gelombang yang sangat ekstrim. Ini adalah sebagai prediksi dan acuan yang akurat dalam mempertimbangkan tingkat kenyamanan penumpang pada tahap desain awal ini.

Keywords: Olah gerak kapal; motion sickness; mabuk laut; overall motion sickness incidence; kapal perintis; ISO 2631

Article Metrics: