STUDI KERUSAKAN LAMBUNG KAPAL KAYU PERIKANAN 30 GT AKIBAT TUBRUKAN DENGAN BALOK KAYU YANG MENGAPUNG

*Maulayas Shadak Sedayun  -  Program Studi S1 Teknik Perkapalan, Indonesia
Ahmad Fauzan Zakki  -  Program Studi S1 Teknik Perkapalan, Indonesia
Muhammad Iqbal  -  Program Studi S1 Teknik Perkapalan, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Tubrukan  kapal memberi dampak yang cukup signifikan terhadap kekuatan struktur kapal yang erat hubungannya dengan keamanan kapal. Sesuai data statistik yang ada pada Lloyed Register (1995), hampir setengah data tenggelamnya kapal diakibatkan tubrukan dan kandasnya kapal. Tubrukan kapal ini menyebabkan terjadinya deformasi hingga robeknya lambung kapal yang mengakibatkan kerugian materi hingga timbulnya korban jiwa serta merusak ekosistem laut akibat tumpahnya muatan kapal. Banyaknya kasus tubrukan yang terjadi sehingga di lakukannya studi kerusakan lambung kapal perikanan 30 GT akibat tubrukan dengan balok kayu yang mengapung dengan analisa numerikmenggunakan dynamicFEM pada satu ruang muat. Dengan 3 variasi sudut tubrukan dan variasi kecepatan kayu 2 knot, 3 knot dan 4 knot pada softwareANSYS LS DYNA agar dapat mengetahui pada posisi dan kecepatan berapa yang menimbulkan kerusakan pada lambung kapal pada saat terjadinya tubrukan. Dari hasil studi, lambung ruang muat kapal hanya mengalami deformasi pada kecepatan kayu2 knot terhadap ruang muat sedangkan dengan kecepatan 4 knot struktur mengalami kehancuran.Posisi tubrukan yang berpotesi menimbulkan kerusakan yang cukupp signifikan dan sangat parah adalah ketika suatu kayu mendapatkan posisi yang tegak lurus terhadap lambung kapal dan permukaan dari kayu sepenuhya mengenai target dari kayu itu sendiri.

Keywords: Kapal Perikanan 30 GT; Balok Kayu; Tubrukan

Article Metrics: