skip to main content

HISTOPATOLOGI SPERMATOGENESIS TESTIS TIKUS WISTAR DIABETES MELITUS

*Siera Adelati  -  , Indonesia
Achmad Zulfa Juniarto  -  , Indonesia
Ika Pawitra Miranti  -  , Indonesia

Citation Format:
Abstract
Latar Belakang: Pada penderita diabetes melitus tingginya kadar gula darah dapat meningkatkan ROS sehingga mengakibatkan stres oksidatif. Stres oksidatif di dalam sel dapat mengganggu proses respirasi sel sehingga menyebabkan hilangnya fungsi potensial membran mitokondria dan memicu terjadinya apoptosis sel. Stres oksidatif pada testis dapat mengganggu tahapan proses spermatogenesis pada tubulus seminiferus.
Tujuan: Membuktikan adanya gangguan yang bermakna terhadap tahapan spermatogenesis pada tikus Wistar jantan dengan diabetes melitus dibandingkan tikus normal.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan post test only control group. Sampel sebanyak 32 tikus Wistar dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol (K) hanya diberi pakan standar dan kelompok perlakuan (P) dibuat kondisi diabetes melitus dengan diinduksi aloksan 150mg/kgBB 1 kali pada hari ke 8. Masing – masing kelompok diukur kadar gula darah pada hari ke 8, 14, dan 28. Setelah 21 hari tikus diterminasi. Testis diambil untuk dilakukan pengamatan histopatologi dengan pengecatan HE dan dinilai menurut kriteria skor Johnsen.
Hasil: Didapatkan nilai median kelompok perlakuan adalah 8.6 (range 6 – 9.2), kelompok kontrol yaitu 10 (range 7 – 10). Berdasarkan analisis analitik uji normalitas data uji Saphiro-Wilk didapatkan hasil yang tidak normal p<0.001. Hasil uji beda non-parametrik Mann Whitney didapatkan hasil yang signifikan antara kelompok kontrol dan perlakuan yaitu p=0.00011.
Kesimpulan: Kadar gula darah yang tinggi pada kondisi diabetes melitus dapat mengganggu tahapan spermatogenesis.
Fulltext View|Download
Keywords: Diabetes melitus, ROS, spermatogenesis, tubulus seminiferus.

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.