skip to main content

PERBEDAAN SKOR BUTA WARNA PADA PASIEN RETINOPATI DIABETIKA SEBELUM DAN SESUDAH LASER PANRETINAL PHOTOCOAGULATION

*Matilda Stella  -  , Indonesia
Riski Prihatningtias  -  , Indonesia
Arief Wildan  -  , Indonesia

Citation Format:
Abstract
Latar Belakang : Retinopati diabetika merupakan komplikasi berat dari diabetes yang menyebabkan terjadinya gangguan penglihatan seperti terganggunya fungsi penglihatan warna. Terapi Panretinal Photocoagulation (PRP) dalam mengurangi progresivitas retinopati diabetika proliferatif (PDR), juga dapat menimbulkan destruksi sel retina yaitu fotoreseptor dan pigmen epitelium retina. Fotoreseptor mengandung sel kerucut yang berperan dalam penglihatan warna, sehingga laser PRP juga mempengaruhi perubahan penglihatan warna seseorang.
Tujuan : Menganalisis perbedaan skor buta warna pada pasien retinopati diabetika sebelum dan sesudah laser PRP.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan rancangan one group pretest and posttest design. Subyek penelitian adalah penderita PDR yang dipilih secara consecutive sampling yang dilakukan pemeriksaan skor buta warna dengan Farnsworth Munsell 28 Hue test sebelum diterapi laser PRP dan satu minggu setelah dilakukan terapi laser PRP. Data diolah dengan menggunakan uji Paired T Test.
Hasil : Pada 21 mata yang diperiksa, skor buta warna pada pasien PDR sebelum laser PRP memiliki rerata 713,29
216,314 dan sesudah laser PRP memiliki rerata 819
184,923, di mana menunjukkan pergeseran nilai skor buta warna menjadi lebih besar. Terdapat perbedaan yang yang bermakna skor buta warna sebelum dan sesudah laser PRP (p=0,018).
Kesimpulan : Terdapat peningkatan skor buta warna pada pasien retinopati diabetika sebelum dan sesudah laser PRP
Fulltext View|Download
Keywords: Retinopati diabetika, penglihatan warna, PRP

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.