skip to main content

Biokonsentrasi Dan Kelayakan Konsumsi Mingguan Logam Berat Tembaga (Cu) Pada Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Morosari, Demak

Department of Aquatic Resources, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 20 Oct 2022; Revised: 19 Dec 2022; Accepted: 31 Dec 2022; Published: 1 Apr 2023.
Open Access Copyright (c) 2023 Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES)
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Perairan Morosari menjadi lintasan pembuangan limbah dari kawasan industri sepanjang Jl. Raya Semarang-Demak yang diduga berpotensi tercemar logam berat. Kerang hijau (Perna.viridis) merupakan salah satu produk perikanan bernilai ekonomis tinggi, apabila biota tersebut mengakumulasi logam berat secara berlebihan dapat membahayakan manusia. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 di Perairan Morosari, Demak bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat Cu pada air dan kerang hijau, mengetahui perbedaan dan hubungan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis, serta mengetahui nilai BCF (Bioconcentration Factor) dan MTI (Maximum Tolerable Intake). Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Analisis logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Cu pada air berkisar <0,002 – 0,007 mg/L, sementara pada P. viridis berkisar 0,062 – 0,145 mg/kg. Konsentrasi tersebut masih di bawah baku mutu berdasarkan KepMen LH No. 51 Tahun 2004 dan Direktorat POM No. 03725/B/SK/VII/89. Terdapat perbedaan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis, Sig. (0,000) < 0,05. Hubungan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis menunjukkan hubungan yang kuat, R sebesar 0,696. Tingkat akumulasi Cu pada P.viridis berdasarkan hasil perhitungan BCF termasuk kategori akumulatif rendah. Kelayakan konsumsi mingguan untuk individu dengan berat badan 60 kg diperoleh nilai MTI rata-rata sebesar 2,348 kg/minggu.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Instrument
Peta Lokasi
Subject
Type Research Instrument
  View (4MB)    Indexing metadata
Keywords: BCF; Morosari; MTI; Perna viridis; Tembaga

Article Metrics:

  1. Azwan, M., Sunarto, dan P. Setyono. 2011. Heavy Metal Content of Copper (Cu) and Protein in Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) in Floating Net Cage of Gajah Mungkur reservoir, Wonogiri, Central Java. Bonoworo wetlands. 1(2): 70-79
  2. Cahyani, M. D., R. Azizah, dan B. Yulianto. 2012. Studi Kandungan Logam Berat Tembaga (Cu) pada Air, Sedimen, dan Kerang Darah (Anadara granosa) di Perairan Sungai Sayung dan Sungai Gonjol, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Jurnal of Marine Research. 1(2): 73-79
  3. Dewi, M. A., D. Suprapto dan S. Rudiyanti. 2017. Kadar Logam Berat Tembaga (Cu), Kromium (Cr) pada Sedimen dan Jaringan Lunak Anadara granosa di Perairan Tambak Lorok Semarang. Journal of Management of Aquatic Resources. 6 (3): 197-204
  4. Dharmadewi, A. A. I. M dan I. G. A. G. Wiadnyana. 2019. Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Kerang Hijau (Perna viridis L.) yang Beredar di Pasar Badung. Jurnal Edukasi Matematika dan Sains. 8(2): 161-169
  5. Emilia, I., Suheryanto dan Z. Hanafiah. 2013. Distribusi Logam Kadmium dalam Air dan Sedimen di Sungai Musi Kota Palembang. Jurnal Penelitian Sains. 16 (2): 59-64
  6. Eshmat, M. E., G. Mahasri, dan B. S. Rahardja. 2014. Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) dan Cadmium (Cd) pada Kerang Hijau (Perna viridis L.) di Perairan Ngemboh Kabupaten Gresik Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 6(1): 101-108
  7. FAO/WHO. 2004. Summary of Evaluations Performed by the Joint FAO/WHO Expert Commitee on Food Additives (JECFA 1956-2003) ILSI Press International Life Sciences Institute, Washington
  8. FAO Fisheries and Aquaculture. 2011. Joint FAO/WHO Food Standards Programme Codex Committee on Contaminants in Foods. Codex Alimentarius Commision. 89 p
  9. Irawan, B., B. Amin, dan Thamrin. 2015. Analisis Kandungan Logam berat Cu, Pb dan Zn pada Air, Sedimen dan Bivalvia di perairan Pantai Utara Pulau Bengkalis. Dinamika Lingkungan Indonesia. 2(1): 40-51
  10. Istighfarini, S. A. E., S. Daud dan Edward. 2017. Pengaruh Massa dan Ukuran Partikel Adsorben Sabut Kelapa Terhadap Efisiensi Penyisihan Fe pada Air Gambut. Jom FTEKNIK. 4(1): 1-8
  11. Kalangi, P. N., A. Mandagi, dan K. W. A. Masengi. 2013. Sebaran Suhu dan Salinitas di Teluk Manado. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. 9(2): 71-75
  12. Mirawati, F., E. Supriyantini dan R. A.T. Nuraini. 2016. Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Air, Sedimen dan Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Trimulyo dan Mangunharjo Semarang. Buletin Oseanografi Marina. 5(2): 121-126
  13. Murraya, N. Taufiq, dan E. Supriyantini. 2018. Kandungan Logam Berat Besi (Fe) dalam Air, Sedimen dan Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Trimulyo, Semarang. Journal of Marine Research. 7(2): 133-140
  14. Naja, M. G. N., M. Izzati, M, dan S. Haryanti. 2019. Kandungan Ca, Cu, dan Pb pada Berbagai Produk Olahan Rumput Laut Gracillaria verrucosa (Hudson) Papenfuss dari Tambak Lorok, Semarang. Buletin Anatomi dan Fisiologi. 4(1): 13-20
  15. Nuraini, R. A. T., H. Endrawati, dan I. R. Maulana. 2017. Analisis Kandungan Logam Berat Kromium (Cr) pada Air, Sedimen dan Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Trimulyo Semarang. Jurnal Kelautan Tropis. 20(1): 48-55
  16. Patty, S. I. 2015. Karakteristik Fosfat, Nitrat dan Oksigen Terlarut di Perairan Selat Lembeh, Sulawesi Utara. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. 2(1): 1-7
  17. Permanawati, Y., R. Zuraida, dan A. Ibrahim. 2013. Kandungan Logam Berat (Cu, Pb, Zn, Cd, dan Cr) dalam Air dan Sedimen di Perairan Teluk Jakarta. Jurnal Geologi Kelautan. 11(1): 9-16
  18. Potipat, J, N. Tangkrockolan, and H. F. Helander. 2015. Bioconcentration Factor (BCF) and Depuration of Heavy Metals of Oysters (Saccostrea cucullata) and Mussels (Perna viridis) in the River Basins of Coastal Area of Nagarajan Nagarani, Arumugam Kuppusamy Kumaraguru, Velmurugan Janaki Devi Chanthaburi Provinc. Environment Asia. 8 (2): 118–28
  19. Purba, C., A. Ridlo, dan J. Suprojanto. 2014. Kandungan Logam Berat Cd pada Air, Sedimen dan Daging Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Tanjung Mas Semarang Utara. Journal of Marine Research. 3(3): 285-293
  20. Safitri, S. S., E. Efendi, dan I. G. Yudha. 2108. Pencemaran Pb dan Cu pada Kerang Hijau di Pulau Pasaran, Lampung. Jurnal Pengelolaan Perairan. 1(2): 10-18
  21. Salman, S. 2020. Survei Parameter Fisika-Kimia Perairan dan Konsentrasi Logam Berat pada Kerang Hijau di Pulau Reklamasi C Dan D, Teluk Jakarta. Jurnal Pendidikan Biologi. 7(2): 11-18
  22. Santi, V. M. A Tiwow, dan S. T. Gonggo. 2017. Analisis Tembaga (Cu) dan Timbal (Pb) dalam Air Laut dan Sedimen di Perairan Pantai Loli Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala. Jurnal Akademika Kimia. 6(4): 241-246
  23. Triantoro, D. D., D. Suprapto, dan S. Rudiyanti. 2017. Kadar Logam Berat Besi (Fe), Seng (Zn) pada Sedimen dan Jaringan Lunak Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Tambak Lorok Semarang. Journal of Management of Aquatic Resources. 6(3): 173-180
  24. Usman, S., N. L. Nafie, dan M. Ramang. 2013. Distribusi Kuantitatif Logam Berat Pb dalam Air, Sedimen dan Ikan Merah (Lutjanus erythropterus) di Sekitar Perairan Pelabuhan Parepare. Marina Chimica Acta. 14(2): 49-55
  25. Utari, A. A. P. C. P., I. E. Suprihatin, dan N. K. Afiati. 2016. Kandungan Tembaga (Cu) Buah Lindur (Bruguiera gymnorrhiza), Pedada (Sonneratia caseolaris), Nyirih (Xylocarpus granatum), dan Bakau (Rhizophora mucronata) di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Bali. Indoneian E-Journal of Applied Chemistry. 4(1): 49-54
  26. Wardani, I., A. Ridlo, dan E. Supriyantini. 2018. Kandungan Kadmium (Cd) dalam Air, Sedimen, dan Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Trimulyo Semarang. Journal of Marine Research. 7(2): 151-158
  27. Wulandari, E., E. Y. Herawati, dan D. Arfiati. 2012. Kandungan Logam Berat Pb pada Air dan Tiram Saccostrea glomerata sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Prigi, Trenggalek, Jawa Timur. Jurnal Penelitian Perikanan. 1(1): 10-14

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.