HUBUNGAN ANTARA KANDUNGAN NITRAT, FOSFAT DAN KLOROFIL-α DI SUNGAI KALIGARANG, SEMARANG

*Julia Herlianti  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
- Suryanti  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Prijadi Soedarsono  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 29 Jan 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IND
Statistics: 209 188
Abstract

Sungai adalah salah satu sumber daya alam yang bersifat mengalir (flowing resource), sehingga pemanfaatan di hulu dapat menurunkan kualitas air, pencemaran dan biaya sosial bagi pelestariannya. Sungai Kaligarang sebagai salah satu sungai besar di kota Semarang memegang peran penting dalam kualitas air di pesisir Semarang. Adanya kegiatan pertanian, pertambangan, industri dan aktifitas penduduk yang ada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Kaligarang berperan penting dalam kualitas air DAS Kaligarang tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi lingkungan perairan berdasarkan kandungan nitrat, fosfat dan klorofil-α di perairan Sungai Kaligarang, dan Mengetahui kandungan nitrat, fosfat dan klorofil-α di perairan Sungai Kaligarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, yaitu suatu metode penelitian yang menelaah suatu masalah pada waktu tertentu dan hasil yang diperoleh belum tentu dapat berlaku di daerah lain, meskipun objek penelitiannya sama. Hasil penelitian yang diperoleh klorofil-α tertinggi terdapat pada stasiun I, sedangkan klorofil-α terendah terdapat  pada stasiun III . Kandungan kadar nitrat tertinggi terdapat pada stasiun I dan kadar nitrat terendah terdapat pada stasiun III. Tingginya kandungan nitrat diduga dekat dengan lingkungan masyarakat yang mempengaruhi ekosistem sungai. Kandungan kadar fosfat tertinggi terdapat pada stasiun II dan kadar fosfat terendah terdapat pada stasiun III. Tingginya fosfat pada ekosistem sungai diduga akibat dari kegiatan industri yang membuang banyak limbah dari hasil industri tersebut ke daerah sekitar sungai.

 

The river is one of the natural resources that are flowing (flowing resource), so that the utilization of upstream can degrade water quality, pollution and social costs for preservation. Kaligarang river as one of the major rivers in the city of Semarang plays an important role in the quality of coastal water in Semarang. The activities of agriculture, mining, industry and population activity is around Watershed (DAS) Kaligarang play an important role in water quality of the watershed Kaligarang. The aim of this study was to determine the environmental condition of the waters by nitrate, phosphate and chlorophyll-α in the waters of the River Kaligarang, and Knowing the content of nitrates, phosphates and chlorophyll-α in the waters of the River Kaligarang. The method used in this research is a case study, is a research method that examines a problem at certain times and the results obtained can not necessarily apply in other areas, though the object of research together. The results obtained chlorophyll-α is highest in the first station, chlorophyll-α while the lowest was at station III. The content of nitrate concentration is highest at the first station and the lowest levels of nitrates found in station III. The high content of nitrates allegedly close to the community environment that affects the river ecosystem. The content of the highest phosphate levels found in the station II and phosphate levels are lowest at station III. The high phosphate on the ecosystem of the river thought to result from industrial activities were dumped from the results of the industry to the area around the river.

Keywords: Nitrat; Fosfat; Klorofil-α; Sungai Kaligarang

Article Metrics: