PENGARUH KONDISI PEMESINAN TERHADAP TEMPERATUR DAN DAYA PEMESINAN

*Akbar Widyastomo  -  Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rusnaldy Rusnaldy  -  Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Apr 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Cutting fluid adalah komponen yang sangat penting pada proses pemesinan (metal-cutting operation), selain untuk memperpanjang umur pahat cutting fluid dalam beberapa kasus mampu menurunkan gaya potong dan memperhalus permukaan produk hasil pemesinan. Kondisi pemesinan yang digunakan pada penelitian ini adalah pemesinan kering (tidak menggunakan cutting fluid), menggunakan cutting fluid dromus dan synthetic oil. Material benda kerja yang digunakan sebagai spesimen uji dalam penelitian ini adalah baja St 40. Dan untuk material pahat yang digunakan adalah berbahan PVD coated carbide. Untuk pengukuran temperatur dan daya pemesinan dilakukan dengan variasi kecepatan spindle yaitu 580, 850 dan 1400 rpm. Untuk gerak makan (feed) sebesar 0.204 mm/rev. Dan  depth of cut sebesar 1 mm. Dari pengujian tersebut diketahui kondisi pemesinan yang paling baik terhadap temperatur adalah kondisi pemesinan menggunakan cutting fluid synthetic oil. Sedangkan kondisi pemesinan yang paling baik terhadap daya pemesinan adalah kondisi pemesinan kering (dry).
Keywords: machining conditions, temperature and power of machining

Article Metrics: