BibTex Citation Data :
@article{JTM55268, author = {Amoro Arnanta and Berkah Kiono and Shofwan Bahar}, title = {PENGARUH VARIASI KADAR METANOL PADA PERTAMAX TERHADAP PERFORMA DAN EFISIENSI PEMBAKARAN MESIN SUZUKI G15A}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {14}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {efisiensi pembakaran; konsumsi bahan bakar; metanol; pertamax; performa mesin}, abstract = { Mesin pembakaran dalam bekerja dengan mengubah energi kimia bahan bakar menjadi energi mekanik melalui proses pembakaran. Karakteristik bahan bakar menjadi faktor penting yang memengaruhi performa mesin, dan metanol merupakan salah satu kandidat aditif yang memiliki angka oktan tinggi serta pembakaran yang lebih bersih. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi campuran metanol pada Pertamax terhadap performa dan efisiensi pembakaran mesin Suzuki G15A. Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan engine dynamometer dengan metode step steady-state pada putaran 1000–4000 rpm per 500 rpm. Variasi bahan bakar yang digunakan meliputi M0, M10, M20, dan M30. Hasil uji menunjukkan bahwa campuran M0 dan M10 memberikan performa terbaik, dengan torsi puncak masing-masing 105,21 N·m dan 112,21 N·m pada sekitar 3500 rpm. Secara keseluruhan, M10 menjadi campuran paling optimal karena mampu memberikan performa yang baik dengan peningkatan konsumsi bahan bakar yang masih wajar sekitar 15-20% dibandingkan bahan bakar M0. }, issn = {2303-1972}, pages = {61--66} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/55268} }
Refworks Citation Data :
Mesin pembakaran dalam bekerja dengan mengubah energi kimia bahan bakar menjadi energi mekanik melalui proses pembakaran. Karakteristik bahan bakar menjadi faktor penting yang memengaruhi performa mesin, dan metanol merupakan salah satu kandidat aditif yang memiliki angka oktan tinggi serta pembakaran yang lebih bersih. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi campuran metanol pada Pertamax terhadap performa dan efisiensi pembakaran mesin Suzuki G15A. Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan engine dynamometer dengan metode step steady-state pada putaran 1000–4000 rpm per 500 rpm. Variasi bahan bakar yang digunakan meliputi M0, M10, M20, dan M30. Hasil uji menunjukkan bahwa campuran M0 dan M10 memberikan performa terbaik, dengan torsi puncak masing-masing 105,21 N·m dan 112,21 N·m pada sekitar 3500 rpm. Secara keseluruhan, M10 menjadi campuran paling optimal karena mampu memberikan performa yang baik dengan peningkatan konsumsi bahan bakar yang masih wajar sekitar 15-20% dibandingkan bahan bakar M0.
Last update: