BibTex Citation Data :
@article{JTM55236, author = {Dio Prastyo and Munadi Munadi and M. N. Setiawan}, title = {PERANCANGAN SAYAP DAN EKOR PESAWAT UDARA NIRAWAK MENGGUNAKAN SOFTWARE OPENVSP UNTUK MISI HUJAN BUATAN}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {14}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {flare; hujan buatan; openvsp; pesawat udara nirawak (puna); sistem penyemaian awan}, abstract = { Operasi penyemaian awan ( cloud seeding ) merupakan teknik modifikasi cuaca penting untuk mitigasi bencana yang umumnya masih mengandalkan pesawat berawak dengan keterbatasan biaya dan risiko keselamatan. Penelitian ini mengembangkan alternatif melalui perancangan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) berukuran kecil berbobot sekitar 20 kg yang dikhususkan untuk misi hujan buatan. Fokus perancangan difokuskan pada optimasi geometri sayap dan ekor untuk mencapai performa aerodinamis serta kestabilan yang optimal. PUNA dilengkapi sistem penyemaian menggunakan dua unit flare (massa total 4 kg) yang dipasang simetris pada kedua sisi sayap, dengan propulsi bertenaga baterai yang lebih ramah lingkungan. Proses desain diawali dengan penentuan parameter dasar sayap dan ekor berdasarkan literatur, dilanjutkan simulasi karakteristik aerodinamis dan analisis kestabilan menggunakan perangkat lunak Open Vehicle Sketch Pad (OpenVSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi sayap dan ekor yang diusulkan memungkinkan PUNA memenuhi persyaratan operasional, yaitu mampu mengangkut beban 4 kg flare , mencapai jangkauan hingga 40 km, serta menjaga kestabilan selama misi. Dengan demikian, desain ini berpotensi menjadi solusi inovatif yang efektif dan efisien untuk mendukung operasi hujan buatan secara terkontrol. }, issn = {2303-1972}, pages = {45--50} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/55236} }
Refworks Citation Data :
Operasi penyemaian awan (cloud seeding) merupakan teknik modifikasi cuaca penting untuk mitigasi bencana yang umumnya masih mengandalkan pesawat berawak dengan keterbatasan biaya dan risiko keselamatan. Penelitian ini mengembangkan alternatif melalui perancangan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) berukuran kecil berbobot sekitar 20 kg yang dikhususkan untuk misi hujan buatan. Fokus perancangan difokuskan pada optimasi geometri sayap dan ekor untuk mencapai performa aerodinamis serta kestabilan yang optimal. PUNA dilengkapi sistem penyemaian menggunakan dua unit flare (massa total 4 kg) yang dipasang simetris pada kedua sisi sayap, dengan propulsi bertenaga baterai yang lebih ramah lingkungan. Proses desain diawali dengan penentuan parameter dasar sayap dan ekor berdasarkan literatur, dilanjutkan simulasi karakteristik aerodinamis dan analisis kestabilan menggunakan perangkat lunak Open Vehicle Sketch Pad (OpenVSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi sayap dan ekor yang diusulkan memungkinkan PUNA memenuhi persyaratan operasional, yaitu mampu mengangkut beban 4 kg flare, mencapai jangkauan hingga 40 km, serta menjaga kestabilan selama misi. Dengan demikian, desain ini berpotensi menjadi solusi inovatif yang efektif dan efisien untuk mendukung operasi hujan buatan secara terkontrol.
Last update: