BibTex Citation Data :
@article{JTM48065, author = {Septian Nugroho and Mohammad Tauviqirrahman and Muchammad Muchammad}, title = {PENGGUNAAN SOLIDWORKS FLOW SIMULATION DALAM ANALISIS PENGARUH KELENGKUNGAN BILAH PADA TURBIN ANGIN SAVONIUS DI INDONESIA}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {12}, number = {4}, year = {2024}, keywords = {cfd; coefficient of power; coefficient of torque; tip speed ratio; (tsr); turbin savonius}, abstract = { Konsumsi listrik Indonesia terus meningkat, mencapai 1.173 kWh pada 2022, dan diperkirakan naik 13,9% pada 2023. Saat ini, 85,9% kebutuhan listrik masih bergantung pada energi tidak terbarukan, sementara energi terbarukan hanya 14,1% [6]. Potensi energi terbarukan mencapai 3.686 GW, namun pemanfaatannya masih rendah, termasuk energi bayu yang hanya memanfaatkan 0,15 GW dari potensi 155 GW [5]. Kecepatan angin yang rendah menghambat pembangunan PLTB skala besar, tetapi turbin Savonius menjadi alternatif yang cocok untuk kondisi ini. Penelitian ini menggunakan program Computer Fluid Dynamic (CFD) SolidWorks Flow Simulation untuk menganalisis performa tiga bentuk bilah turbin Savonius—classical, swirling, dan golden ratio—dalam kecepatan angin rendah. Hasil menunjukkan bahwa bilah golden ratio menghasilkan daya tertinggi pada kecepatan angin rendah (1,5–4,1 m/s), sedangkan bilah classical lebih optimal pada kecepatan angin tinggi (>4,1 m/s). Coefficient of Power (Cp) dan Coefficient of Torque (Ct) bilah golden ratio menurun setelah tip speed ratio (λ) 0,7, sedangkan bilah classical terus meningkat. Secara keseluruhan, bilah golden ratio efektif pada kecepatan angina rendah, dan bilah classical sesuai untuk kecepatan angina tinggi. Penelitian ini mendukung penerapan SolidWorks dalam analisis CFD untuk turbin Savonius dan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. }, issn = {2303-1972}, pages = {81--88} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/48065} }
Refworks Citation Data :
Konsumsi listrik Indonesia terus meningkat, mencapai 1.173 kWh pada 2022, dan diperkirakan naik 13,9% pada 2023. Saat ini, 85,9% kebutuhan listrik masih bergantung pada energi tidak terbarukan, sementara energi terbarukan hanya 14,1% [6]. Potensi energi terbarukan mencapai 3.686 GW, namun pemanfaatannya masih rendah, termasuk energi bayu yang hanya memanfaatkan 0,15 GW dari potensi 155 GW [5]. Kecepatan angin yang rendah menghambat pembangunan PLTB skala besar, tetapi turbin Savonius menjadi alternatif yang cocok untuk kondisi ini.
Penelitian ini menggunakan program Computer Fluid Dynamic (CFD) SolidWorks Flow Simulation untuk menganalisis performa tiga bentuk bilah turbin Savonius—classical, swirling, dan golden ratio—dalam kecepatan angin rendah. Hasil menunjukkan bahwa bilah golden ratio menghasilkan daya tertinggi pada kecepatan angin rendah (1,5–4,1 m/s), sedangkan bilah classical lebih optimal pada kecepatan angin tinggi (>4,1 m/s). Coefficient of Power (Cp) dan Coefficient of Torque (Ct) bilah golden ratio menurun setelah tip speed ratio (λ) 0,7, sedangkan bilah classical terus meningkat. Secara keseluruhan, bilah golden ratio efektif pada kecepatan angina rendah, dan bilah classical sesuai untuk kecepatan angina tinggi. Penelitian ini mendukung penerapan SolidWorks dalam analisis CFD untuk turbin Savonius dan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.
Last update: