BibTex Citation Data :
@article{JTM46376, author = {Farel Aulia and Eflita Yohana and Mohammad Tauviqirrahman}, title = {ANALISIS KARAKTERISTIK PENGERINGAN PADA DRYING CHAMBER BERTEMPERATUR RENDAH DENGAN KOMBINASI ALIRAN SWIRL DAN CO-CURRENT}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {12}, number = {3}, year = {2024}, keywords = {cfd; h20 mass fraction; h20(l) mass fraction; pengering semprot}, abstract = { Teh adalah produk perkebunan paling banyak diminati oleh masyarakat luas. Alasan teh diminati karena kandungan di dalamnya, salah satu kandungannya adalah katekin yang berperan sebagai antioksidan alami. Pada zaman ini menuntut produk the yang lebih praktis seperti teh dalam bentuk bubuk. Sistem pengeringan semprot merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembuatan teh menjadi bentuk bubuk, salah satu bagian utama dari sistem pengeringan semprot yaitu ruang pengering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa fraksi massa pada udara di dalam ruang pengering sehingga didapatkan komposisi suhu yang cocok untuk proses pengeringan. CFD (Computational Fluid Dynamics) digunakan dalam penelitian ini yang meliputi proses permodelan geometri, pembentukan meshing, dan pengaturan kondisi batas. Variasi temperatur 60 o C, 70 o C, dan 80 o C untuk mendapatkan komposisi temperatur yang paling optimal dalam proses pengeringan. Dari hasil penelitian distribusi H2O mass fraction di bawah nozzle memiliki nilai yang sangat tinggi karena udara untuk inlet nozzle yang digunakan memiliki kelembaban yang masih sangat tinggi. Sisi bawah keluaran nozzle memiliki nilai H2O(l) mass fraction semakin tinggi yang terjadi karena droplet yang disemportkan dari nozzle mengandung banyak kandungan air, di mana kandungan air ini akan perlahan-lahan lepas dari droplet dan pindah ke udara. Variasi temperatur 80 o C memiliki penurunan temperature tertinggi yaitu sebesar 36.474 o C sekaligus menjadi variasi dengan intensitas pengeringan tertinggi yaitu sebesar 2.422kg/m 3 . }, issn = {2303-1972}, pages = {304--311} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/46376} }
Refworks Citation Data :
Teh adalah produk perkebunan paling banyak diminati oleh masyarakat luas. Alasan teh diminati karena kandungan di dalamnya, salah satu kandungannya adalah katekin yang berperan sebagai antioksidan alami. Pada zaman ini menuntut produk the yang lebih praktis seperti teh dalam bentuk bubuk. Sistem pengeringan semprot merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembuatan teh menjadi bentuk bubuk, salah satu bagian utama dari sistem pengeringan semprot yaitu ruang pengering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa fraksi massa pada udara di dalam ruang pengering sehingga didapatkan komposisi suhu yang cocok untuk proses pengeringan. CFD (Computational Fluid Dynamics) digunakan dalam penelitian ini yang meliputi proses permodelan geometri, pembentukan meshing, dan pengaturan kondisi batas. Variasi temperatur 60oC, 70oC, dan 80oC untuk mendapatkan komposisi temperatur yang paling optimal dalam proses pengeringan. Dari hasil penelitian distribusi H2O mass fraction di bawah nozzle memiliki nilai yang sangat tinggi karena udara untuk inlet nozzle yang digunakan memiliki kelembaban yang masih sangat tinggi. Sisi bawah keluaran nozzle memiliki nilai H2O(l) mass fraction semakin tinggi yang terjadi karena droplet yang disemportkan dari nozzle mengandung banyak kandungan air, di mana kandungan air ini akan perlahan-lahan lepas dari droplet dan pindah ke udara. Variasi temperatur 80oC memiliki penurunan temperature tertinggi yaitu sebesar 36.474oC sekaligus menjadi variasi dengan intensitas pengeringan tertinggi yaitu sebesar 2.422kg/m3.
Last update: