BibTex Citation Data :
@article{JTM46025, author = {Muhammad Asyhari and Yusuf Umardani and Agus Suprihanto}, title = {PENGARUH VARIASI KEKASARAN PERMUKAAN GRAY CAST IRON PADA HASIL PELAPISAN HOT DIP GALVANIZING TERHADAP KETEBALAN LAPISAN DAN LAJU KOROSI}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {12}, number = {3}, year = {2024}, keywords = {amplas grid; gray cast iron; hot dip galvanizing; ketebalan lapisan; laju korosi; mikrografi; visual}, abstract = { Indonesia sebagai negara tropis dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan curah hujan yang cukup besar mengakibatkan banyak benda logam mengalami karat dan korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh material logam gray cast iron yang telah dilapisi coating dengan metode hot dip galvanizing terhadap hasil tampilan, mikrografi, tebal lapisan, dan laju korosi pada situasi ekstrem. Perlakuan spesimen dilakukan dengan variasi kekasaran permukaan menggunakan amplas grid 100, 400, 800, dan 2000. Proses hot dip galvanizing menggunakan zinc ingot Nyrstar 99% dengan prosedur sesuai ASTM A123. Pengamatan Visual dilaksanakan untuk mengetahui tampilan terbaik dan cacat yang dihasilkan dari hasil hot dip galvanizing . Pengujian Mikrografi dilaksanakan sesuai dengan ASTM E3-11 untuk mengetahui zinc layer yang menempel pada spesimen. Pengujian tebal lapisan zinc (Zn) pada spesimen hasil hot dip galavanizing dilakukan menggunakan alat Coating Thickness Gauge UNI-T UT343D. Pengujian laju korosi dilaksanakan sesuai dengan prosedur ASTM B117 Salt Spray Test dengan peningkatan kadar larutan NaCl sebesar 8% menggunakan metode weight loss . Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai kekasaran pada permukaan spesimen, maka semakin besar ketebalan lapisan coating yang terbentuk. Namun, hal ini akan berbanding terbalik dengan laju korosi, di mana semakin rendah nilai laju korosi pada spesimen hasil hot dip galvanizing tersebut. Ketebalan pelapisan tertinggi diperoleh pada spesimen dengan variasi amplas grid 100 sebesar 45,38 μm, dengan laju korosi terendah sebesar 24,52 mpy. Sebaliknya, ketebalan pelapisan terendah diperoleh pada spesimen dengan variasi amplas grid 2000 sebesar 17,37 μm, dengan laju korosi tertinggi sebesar 169,97 mpy. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk pengembangan material logam cast iron dalam dunia industri maupun konstruksi yang terpapar kondisi ekstrem dengan kadar asam yang tinggi. }, issn = {2303-1972}, pages = {120--129} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/46025} }
Refworks Citation Data :
Indonesia sebagai negara tropis dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan curah hujan yang cukup besar mengakibatkan banyak benda logam mengalami karat dan korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh material logam gray cast iron yang telah dilapisi coating dengan metode hot dip galvanizing terhadap hasil tampilan, mikrografi, tebal lapisan, dan laju korosi pada situasi ekstrem. Perlakuan spesimen dilakukan dengan variasi kekasaran permukaan menggunakan amplas grid 100, 400, 800, dan 2000. Proses hot dip galvanizing menggunakan zinc ingot Nyrstar 99% dengan prosedur sesuai ASTM A123. Pengamatan Visual dilaksanakan untuk mengetahui tampilan terbaik dan cacat yang dihasilkan dari hasil hot dip galvanizing. Pengujian Mikrografi dilaksanakan sesuai dengan ASTM E3-11 untuk mengetahui zinc layer yang menempel pada spesimen. Pengujian tebal lapisan zinc (Zn) pada spesimen hasil hot dip galavanizing dilakukan menggunakan alat Coating Thickness Gauge UNI-T UT343D. Pengujian laju korosi dilaksanakan sesuai dengan prosedur ASTM B117 Salt Spray Test dengan peningkatan kadar larutan NaCl sebesar 8% menggunakan metode weight loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai kekasaran pada permukaan spesimen, maka semakin besar ketebalan lapisan coating yang terbentuk. Namun, hal ini akan berbanding terbalik dengan laju korosi, di mana semakin rendah nilai laju korosi pada spesimen hasil hot dip galvanizing tersebut. Ketebalan pelapisan tertinggi diperoleh pada spesimen dengan variasi amplas grid 100 sebesar 45,38 μm, dengan laju korosi terendah sebesar 24,52 mpy. Sebaliknya, ketebalan pelapisan terendah diperoleh pada spesimen dengan variasi amplas grid 2000 sebesar 17,37 μm, dengan laju korosi tertinggi sebesar 169,97 mpy. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk pengembangan material logam cast iron dalam dunia industri maupun konstruksi yang terpapar kondisi ekstrem dengan kadar asam yang tinggi.
Last update: