BibTex Citation Data :
@article{JTM46002, author = {Moh. Faoji and Norman Iskandar and Sulardjaka Sulardjaka}, title = {SIMULASI NUMERIK PENGARUH GEOMETRI KOLAM TERHADAP EFISIENSI PEMBUANGAN ENDAPAN AMONIA PADA KOLAM BUDIDAYA PERIKANAN DARAT}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {12}, number = {3}, year = {2024}, keywords = {ansys; budidaya ikan lele; cfd; endapan; pelet; sistem resirkulasi kolam}, abstract = { Budidaya ikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi perikanan dengan memperhatikan aspek internal seperti asal dan kualitas benih serta faktor eksternal meliputi kualitas air, pemberian pakan, teknologi, dan pengendalian hama serta penyakit. Salah satu permasalahan kualitas air adalah terbentuknya amonia yang bersifat toksik terhadap ikan, kadar amonia yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan ikan dan menyebabkan kematian. Amonia pada kolam terjadi karena adanya endapan sisa makanan dan kotoran dari ikan. Sistem kolam budidaya dengan mekanisme pembersihan mandiri sangat disarankan pada fase pembenihan dan pembesaran. Kolam dengan mekanisme pembersihan mandiri memungkinkan terbuangnya endapan secara berkala dan meminimalisir terbentuknya amonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh geometri kolam terhadap perilaku hidrodinamika aliran kolam dan menentukan kemiringan dasar kolam terbaik agar tercapai pembuangan endapan yang maksimal. Penelitian ini menggunakan simulasi CFD ( Computational Fluid Dynamics ) dengan perangkat lunak ANSYS Fluent 2023 untuk memodelkan perilaku hidrodinamika. Untuk menganalisa endapan amonia, sebanyak 20 gram pelet diinjeksikan melalui permukaan air dan diamati pergerakannya selama 100 detik. Variasi kemiringan kolam pada simulasi ini adalah kemiringan 12 o bentuk geometri kolam lingkaran. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan kemiringan dasar kolam mempengaruhi perilaku hidrodinamika aliran kolam dan laju pelepasan partikel, dengan kemiringan 12° menunjukkan hasil terbaik dalam pembuangan partikel. }, issn = {2303-1972}, pages = {90--95} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/46002} }
Refworks Citation Data :
Budidaya ikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi perikanan dengan memperhatikan aspek internal seperti asal dan kualitas benih serta faktor eksternal meliputi kualitas air, pemberian pakan, teknologi, dan pengendalian hama serta penyakit. Salah satu permasalahan kualitas air adalah terbentuknya amonia yang bersifat toksik terhadap ikan, kadar amonia yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan ikan dan menyebabkan kematian. Amonia pada kolam terjadi karena adanya endapan sisa makanan dan kotoran dari ikan. Sistem kolam budidaya dengan mekanisme pembersihan mandiri sangat disarankan pada fase pembenihan dan pembesaran. Kolam dengan mekanisme pembersihan mandiri memungkinkan terbuangnya endapan secara berkala dan meminimalisir terbentuknya amonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh geometri kolam terhadap perilaku hidrodinamika aliran kolam dan menentukan kemiringan dasar kolam terbaik agar tercapai pembuangan endapan yang maksimal. Penelitian ini menggunakan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) dengan perangkat lunak ANSYS Fluent 2023 untuk memodelkan perilaku hidrodinamika. Untuk menganalisa endapan amonia, sebanyak 20 gram pelet diinjeksikan melalui permukaan air dan diamati pergerakannya selama 100 detik. Variasi kemiringan kolam pada simulasi ini adalah kemiringan 12o bentuk geometri kolam lingkaran. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan kemiringan dasar kolam mempengaruhi perilaku hidrodinamika aliran kolam dan laju pelepasan partikel, dengan kemiringan 12° menunjukkan hasil terbaik dalam pembuangan partikel.
Last update: