BibTex Citation Data :
@article{JTM45997, author = {Yusuf Hamdhany and Norman Iskandar and Sulardjaka Sulardjaka}, title = {ANALISIS PENGARUH VARIASI KOMPOSISI ZEOLIT ALAM DAN BINDER KAOLIN DENGAN PERLAKUAN KALSINASI TERHADAP PENGGUNAAN SECARA BERULANG PADA KATALIS TERHADAP HASIL UJI KARAKTERISASI BIODIESEL BERBAHAN BAKU MINYAK KELAPA SAWIT}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {12}, number = {3}, year = {2024}, keywords = {biodiesel; karakterisasi; pelet katalis; yield biodiesel; zeolite}, abstract = { Katalis adalah bahan yang meningkatkan laju reaksi tanpa mengubah komposisi zat reaksi. Katalis dibagi menjadi heterogen dan homogen. Katalis heterogen dalam bentuk pelet sering digunakan dalam produksi biodiesel karena kelebihannya seperti kekuatan mekanis tinggi, dapat digunakan berulang, bentuk variatif, dan mudah dikontrol. Produksi pelet katalis melibatkan penghancuran batuan zeolit, pengayakan serbuk, pencampuran serbuk zeolit dengan bahan pengikat, kompaksi serbuk menjadi pelet, lalu dikalsinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase bahan dan penggunaan berulang pada kualitas dan kuantitas biodiesel yang dihasilkan. Pengujian dilakukan pada produksi biodiesel dari minyak kelapa sawit selama 3 jam pada suhu 60℃. Pengujian meliputi penentuan yield dan karakterisasi biodiesel, yang meliputi densitas, viskositas, dan bilangan asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mengalami penurunan dimensi dan perubahan bentuk fisik, pelet tetap layak digunakan kembali dan menunjukkan ketahanan yang baik terhadap siklus penggunaan berulang. Sementara itu pada katalis zeolit alam 75:25, yield awal 96% menurun menjadi 93,33% pada penggunaan ulang. Pada variasi 70:30, yield awal 93,33% menurun menjadi 90,67%. Densitas tertinggi diperoleh pada katalis 75:25 dengan 887,969 kg/m³, menurun menjadi 883,622 kg/m³ pada penggunaan ulang. Viskositas terendah adalah pada katalis 70:30 pengujian 2 dengan 4,170 mm²/s. Angka asam terkecil adalah pada katalis 75:25 pengujian 1 dengan 0,056 mg-KOH/g. }, issn = {2303-1972}, pages = {68--77} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/45997} }
Refworks Citation Data :
Katalis adalah bahan yang meningkatkan laju reaksi tanpa mengubah komposisi zat reaksi. Katalis dibagi menjadi heterogen dan homogen. Katalis heterogen dalam bentuk pelet sering digunakan dalam produksi biodiesel karena kelebihannya seperti kekuatan mekanis tinggi, dapat digunakan berulang, bentuk variatif, dan mudah dikontrol. Produksi pelet katalis melibatkan penghancuran batuan zeolit, pengayakan serbuk, pencampuran serbuk zeolit dengan bahan pengikat, kompaksi serbuk menjadi pelet, lalu dikalsinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase bahan dan penggunaan berulang pada kualitas dan kuantitas biodiesel yang dihasilkan. Pengujian dilakukan pada produksi biodiesel dari minyak kelapa sawit selama 3 jam pada suhu 60℃. Pengujian meliputi penentuan yield dan karakterisasi biodiesel, yang meliputi densitas, viskositas, dan bilangan asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mengalami penurunan dimensi dan perubahan bentuk fisik, pelet tetap layak digunakan kembali dan menunjukkan ketahanan yang baik terhadap siklus penggunaan berulang. Sementara itu pada katalis zeolit alam 75:25, yield awal 96% menurun menjadi 93,33% pada penggunaan ulang. Pada variasi 70:30, yield awal 93,33% menurun menjadi 90,67%. Densitas tertinggi diperoleh pada katalis 75:25 dengan 887,969 kg/m³, menurun menjadi 883,622 kg/m³ pada penggunaan ulang. Viskositas terendah adalah pada katalis 70:30 pengujian 2 dengan 4,170 mm²/s. Angka asam terkecil adalah pada katalis 75:25 pengujian 1 dengan 0,056 mg-KOH/g.
Last update: