skip to main content

PERAN AYAH DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN ANAK STUNTING DI KOTA TEGAL

*Faldiza Salsabila Novia Yolanda  -  S1 Ilmu Pemerintahan, Indonesia
Rina Martini  -  Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
i di Indonesia. Kota Tegal adalah salah satu daerah yang memiliki angka prevalensi stunting yang terus mengalami kenaikan sejak tahun 2021 sampai 2023 dan mencapai angka 22,3%. Berbagai upaya dilakukan secara terintegrasi dari lembaga pemerintah hingga ke masyarakat untuk menurunkan angka prevalensi stunting ini. Namun penurunan angka prevalensi stunting ini juga membutuhkan dukungan yang kuat dari lingkup terkecil yaitu keluarga termasuk ayah. Oleh karena itu, penelitian ini membahas tentang peran ayah dalam keluarga sebagai upaya untuk mencegah dan menangani kondisi stunting pada anak di Kota Tegal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran ayah dalam pencegahan dan penanganan anak stunting di Kota Tegal, serta menganalisis apa saja faktor penghambat dan pendukung bagi peran ayah tersebut. Penelitian ini mengacu pada teori menurut McAdoo yang menjelaskan mengenai peran yah yang diantaranya adalah Provider, Protector, Decision Maker, Child Specialiser and Educator, dan Nurtured Mother. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pencegahan dan penanganan anak stunting, peran yang dilakukan oleh ayah dengan menyediakan kebutuhan makanan pokok bergizi yang dilengkapi dengan vitamin tambahan, kebutuhan penunjang untuk aksesibilitas seperti kendaraan. Ayah berperan untuk menjamin kesehatan dan kenyamanan keluarga melalui penyediaan asuransi kesehatan, membantu ibu dalam mengasuh anak, dan mendidik anak. Faktor pendukung sekaligus penghambat bagi peran ayah adalah kondisi ekonomi ayah. Pendapatan ayah yang tidak stabil akan mengganggu proses ayah dalam memenuhi kebutuhan bagi keluarga. Selain itu, waktu kerja yang dimiliki oleh ayah juga akan membuat ayah memiliki sedikit kesempatan untuk mengasuh anak, akibatnya adalah kurangnya kedekatan antara ayah dengan anak. Peran ayah yang dilakukan sebagai cara untuk pencegahan dan penanganan stunting dijalankan dengan cukup baik meskipun terdapat beberapa kendala. Faktor yang menjadi pendukung namun sekaligus sebagai penghambat yang banyak dialami oleh ayah adalah dari segi pendapatan dan pemahaman yang dimiliki oleh ayah. Oleh karena itu diharapkan bagi ayah dan calon ayah perlu meningkatkan kesadaran diri terhadap pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak terutama dalam hal pemenuhan makanan pokok bergizi bagi ibu hamil dan anak. Kata Kunci: Stunting, Peran Ayah, Pencegahan dan Penanganan
Fulltext View|Download

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.