BibTex Citation Data :
@article{JPGS49845, author = {Dwi Rahma and Rina Martini}, title = {GAYA KEPEMIMPINAN PEREMPUAN BUPATI UMI AZIZAH DI LINGKUNGAN PEGAWAI PEMERINTAHAN KABUPATEN TEGAL TAHUN 2019-2024}, journal = {Journal of Politic and Government Studies}, volume = {14}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {}, abstract = {Pada dasarnya, kepemimpinan perempuan menghasilkan sebuah pendekatan simpatik di ranah politik dan pemerintahan. Hal ini didukung karena seorang perempuan tidak hanya merawat dirinya sendiri melainkan terhadap lingkungan sosialnya juga. Saat ini, peluang perempuan untuk menjadi seorang pemimpin sama besarnya dengan laki-laki. Akan tetapi, tantangan terbesar justru sering datang dari diri sendiri, yaitu keberanian dalam mengambil keputusan serta keyakinan terhadap kompetensi yang dimiliki. Kepemimpinan perempuan membutuhkan kepercayaan diri, tekad yang kuat, serta dukungan dari berbagai pihak agar dapat berkontribusi secara maksimal di dunia politik dan pemerintahan. Ibu Umi Azizah sebagai Bupati perempuan pertama di Kabupaten Tegal menjadi contoh bagaimana gaya kepemimpinan perempuan dapat diterima baik di ranah birokrasi dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi yang melibatkan delapan pegawai pemerintah daerah sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Bupati Umi Azizah diakui memiliki gaya kepemimpinan yang lebih mengutamakan pencapaian tujuan dan prestasi dengan mengarahkan bawahannya menuju kesuksesan melalui gaya yang mendukung seperti partisipatif dan suportif yang membuka inisiatif pegawai dengan didukung oleh pekerjaan yang tidak terlalu sulit. Sehingga dapat mengembangkan kreativitas pegawai. Selain itu, gaya demokratis dan karismatik juga melekat pada gaya kepemimpinan Ibu Umi Azizah yang tercermin dari pengambilan keputusan berdasarkan pertimbangan kolektif. Adapun gaya kepemimpinan yang paling kuat adalah gaya partisipatif hingga berhasil membangun motivasi serta hubungan yang lebih baik antara pimpinan dan pegawai serta masyarakat. Untuk mendorong lebih banyak perempuan dalam kepemimpinan, diperlukan keberanian dalam diri perempuan melalui peningkatan kesadaran gender, pelatihan kepemimpinan, budaya kerja inklusif, serta dukungan dari berbagai pihak agar perempuan semakin percaya diri dan berani berperan aktif dalam ranah politik dan pemerintahan. Kata Kunci: Kepemimpinan Perempuan, Gaya Kepemimpinan, Pemerintahan Kabupaten Tegal}, pages = {478--493} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpgs/article/view/49845} }
Refworks Citation Data :
Last update: