Kelimpahan Fitoplankton Penyebab Harmful Algal Bloom di Perairan Desa Bedono, Demak

*Lestari Febriant Pitaloka Gurning  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Ria Azizah Tri Nuraini  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Suryono Suryono  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 5 May 2020; Published: 16 Jul 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK: Fitoplankton adalah produsen primer yang struktur komunitasnya mudah berubah oleh perubahan sifat fisik, kimia (zat-zat hara) dan biologi ekosistemnya, sehingga keberadaan fitoplankton dalam suatu perairan bukan hanya dapat dijadikan parameter biologi dalam analisis status kualitas lingkungan perairan. Harmful Algal Bloom (HAB) merupakan fenomena yang sering terjadi di perairan laut. Definisi Harmful Algal Bloom (HAB) adalah pertambahan populasi fitoplankton yang dapat menimbulkan kerugian bagi ekosistem di sekitarnya, biota laut yang hidup didalamnya, maupun manusia yang hidup di wilayah pesisir. Keberadaan fitoplankton HAB di perairan desa Bedono dipicu oleh beberapa faktor, antara lain: suhu, salinitas, DO, pH, nitrat dan fosfat. Kelimpahan adalah pengukuran sederhana jumlah spesies yang terdapat dalam suatu komunitas. Pengamatan terhadap kelimpahan fitoplankton yang dapat menyebabkan HAB serta kaitannya dengan kandungan unsur hara dalam perairan sangat menentukan nilai ekonomis dan daya guna perairan sebagai sumber pangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi serta menghitung kelimpahan fitoplankton penyebab HAB di perairan desa Bedono, Demak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari Tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yang bersifat eksploratif dan bertaraf deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui gambaran suatu objek pengamatan dan dapat menjelaskan perkembangan yang terjadi pada kondisi pengamatan. Hasil dari penelitian ini ditemukan 2 kelas fitoplankton penyebab Harmful Algal Bloom (HAB), yaitu Bacillariophyceae dan Dinophyceae dengan 9 genus fitoplankton penyebab Harmful Algal Bloom (HAB). Kelimpahan fitoplankton penyebab Harmful Algal Bloom (HAB) < 2.000 ind/L dimana termasuk kedalam kondisi kesuburan rendah (Oligotrofik). Parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, DO, pH, nitrat dan fosfat. di perairan desa Bedono masih memenuhi batas optimum pertumbuhan fitoplankton.

 

ABSTRACT: Phytoplankton is a primary manufacturer whose community structure is easily transformed by changes in physical, chemical (nutrient) properties and its ecological biology, sothat the existence of phytoplankton in a water can not only be used as a biological parameter inthe analysis of the quality status of aquatic environments. Harmful Algal Bloom (HAB) is a common phenomenon in marine waters. The definition of Harmful Algal Bloom (HAB) is the increase in the population of phytoplankton that can cause harm to surrounding ecosystems, marine life, and human beings living in coastal areas. The presence of HAB phytoplankton in Bedono village waters is triggered by several factors, such as: temperature, salinity, DO, pH, nitrate and phosphate. Abundance is a simple measurement of the number of species found in a community. Observations of the abundance of phytoplankton that can cause the HAB as well as its relation to nutrient content in the water determine the economical value and the power of the water as a food source. This research aims to identify and calculate the abundance of phytoplankton causes HAB in the village waters of Bedono, Demak. The study was conducted in January 2020. The method used in this study is an exploratory and descriptive-grade survey method for the purpose of knowing the description of an object of observation and can explain the developments that occur in the observation condition. Results of this study found 2 classes of phytoplankton causes Harmful Algal Bloom (HAB), namely Bacillariophyceae and Dinophyceae with 9 genera of phytoplankton causes Harmful Algal Bloom (HAB). Abundance phytoplankton causes Harmful Algal Bloom (HAB) < 2,000 ind/L which is included in low fertility conditions (oligotrophic). Environmental parameters such as temperature, salinity, DO, pH, nitrate and phosphate. The waters of Bedono village still meet the optimum limit of the growth of phytoplankton.
Keywords: Fitoplankton; HAB; desa Bedono

Article Metrics: