Eksplorasi Bakteri Pendegradasi Minyak dari Perairan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang

*Ita Puspitasari  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Agus Trianto  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Jusup Supriyanto  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 28 May 2020; Published: 16 Jul 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK: Tanjung Mas merupakan salah satu kawasan pelabuhan di Jawa Tengah yang terus mengalami peningkatan jumlah kapal setiap tahunnya. Hal ini berimbas pada semakin meningkatnya tumpahan minyak solar yang masuk ke perairan. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah tumpahan minyak solar di Pelabuhan Tanjung Mas yaitu dengan melakukan penelitian bioremediasi menggunakan bakteri indigenouse. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu mendapatkan isolat bakteri air laut asal Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang yang mampu mendegradasi minyak solar dan mengetahui kemampuan masing-masing isolat untuk mendegradasi minyak solar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2019 dengan pengambilan sample air laut menggunakan metode purpossive sampling, metode isolasi menggunakan pour plate, metode uji minyak secara gravimetri dan pertumbuhan bakteri menggunakan Standart Plate Count (SPC). Hasil isolasi yaitu didapatkan 2 isolat unggul yaitu bakteri Alcanivorax nanhaiticus dan Halomonas meridiana. Bakteri Alcanivorax nanhaiticus mampu mendegradasi 54% minyak solar dan Halomonas meridiana mampu mendegradasi 72% minyak solar. Kedua bakteri merupakan bakteri hidrokarbonoklastik atau bakteri yang memiliki kemampuan mendegradasi minyak solar (hidrokarbon) karena mengandung enzim monooksigenase. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa di Pelabuhan Tanjung Mas terdapat bakteri yang mampu mendegradasi minyak solar yaitu Alcanivorax nanhaiticus dan Halomonas meridiana. Kedua isolat mampu mendegradasi lebih dari 50% minyak solar yang diujikan.

 

ABSTRACT: Tanjung Mas is one of the port areas in Central Java that continues to experience an increase in the number of ships each year. This has an impact on the increasing amount of diesel fuel spills that enter the waters. Efforts that can be made to reduce the number of diesel fuel spills in the Port of Tanjung Mas is to conduct bioremediation research using indigenous bacteria. The purpose of this study was to obtain seawater bacterial isolates from the Port of Tanjung Mas, Semarang that can degrade diesel fuel and determine the ability of  each isolate  to degrade diesel fuel. This research was conducted in July to October 2019 by taking seawater samples using a purposive sampling method, isolation method using pour plates, gravimetric fuel test methods and bacterial growth using Standard Plate Count (SPC). The results of the isolation were obtained 2 superior isolates namely Alcanivorax nanhaiticus and Halomonas meridiana. Alcanivorax nanhaiticus can degrade 54% of diesel fuel and Halomonas meridiana can degrade 72% of diesel fuel. Both bacteria are hydrocarbonoclastic bacteria or bacteria that can degrade diesel oil (hydrocarbons) because they contain the enzyme monooxsigenase. From this study, it can be concluded that at Tanjung Mas Port there are bacteria that can degrade diesel fuel, namely Alcanivorax nanhaiticus and Halomonas meridiana. Both isolates were able  to degrade more than 50% of the tested diesel fuel.

Keywords: isolasi; bakteri; biodegradasi; minyak solar; Pelabuhan Tanjung Mas

Article Metrics: