Kualitas Perairan di tinjau dari Distribusi Fitoplankton serta Indeks Saprobik di Pantai Marina Semarang Jawa Tengah

*Widigdo Bagus Bagaskara  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Raden Ario  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Ita Riniatsih  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 21 May 2020; Published: 16 Jul 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK: Pantai Marina di Semarang, Jawa Tengah merupakan salah satu objek wisata di kota Semarang. Di perairan Pantai Marina Semarang terdapat muara yang menghubungkan sungai Banjir Kanal Barat dengan sungai Banjir Kanal Timur sehingga pada muara ini bertemunya antara perairan laut dan tawar yang mana pada sepanjang bantaran sungai tersebut terdapat bebagai kegiatan industri serta merupakan tempat penduduk setempat untuk bermukin dan beraktivitas. Sehingga, pada sungai tersebut akan membawa material – material orgnaik maupun anorganik yang bermuara di Pantai Marina. Sehingga perairan Pantai Marina di Semarang, Jawa Tengah ini secara tidak langsung terpengaruh oleh aktifitas industri maupun penduduk setempat. Selain itu, adanya pembuangan limbah rumah tangga yang masuk ke dalam badan sungai yang juga berdampak bagi perubahan kualitas perairan serta kehidupan ekosistem di sepanjang aliran sungai tersebut. Fitoplankton merupakan organisme perairan yang keberadaannya dapat dijadikan sebagai indikator kualitas perairan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali dengan interval dua minggu sekali di tiga stasiun, masing – masing stasiun dilakukan pengambilan sampel sebanyak tiga kali. Stasiun 1 merupakan perairan pantai, stasiun 2 merupakan muara dan stasiun 3 merupakan perairan air laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 genus fitoplankton dari 3 kelas, yaitu 14 genus dari kelas Bacillariophyceae, 3 genus dari kelas Dinophyceae dan 2 genus dari kelas Cyanophyceae dengan kelimpahan rata-rata fitoplankton sebesar 20394,24 %, indeks keanekaragaman sedang (H '= 2,36–2,55). Indeks keseragaman tinggi (E= 0,81–0,89), indeks dominansi termasuk dalam kategori tidak ada jenis yang mendominasi dengan nilai indeks yang berkisar antara 0,11–0,17 serta indeks saprobik termasuk dalam kategori  α – Mesosaprobik dengan nilai berkisar antara -0,89 – -1,19


ABSTRACT: Marina Beach in Semarang, Central Java is a place that meets the sea and freshwater, because there is a estuary of the East Canal Flood and the West Canal flood which, along the river is a variety of industrial activities and is a place for people to settle and stay. Until the waters of Marina Beach in Semarang, Central Java is indirectly affected by industrial activities and local residents. In addition, the disposal of household waste that entering the body of the river that also affects the changes in the quality of the water and ecosystem life along the river flow. Phytoplankton is an aquatic organism in which its existence can serve as an indicator of water quality. The study was conducted in October to December 2019. The method used is a descriptive method. The sampling was conducted three times with a two-week interval at three stations, each of which was performed three times for sampling. Station 1 is the coastal waters, station 2 is the estuary and the station 3 is the sea water waters. The results showed that there are 19 genus phytoplankton of 3 classes, namely 14 genera of class Bacillariophyceae, 3 genera of the Dinophyceae class and 2 genera of Cyanophyceae class with an average abundance of phytoplankton by 17945,36 mg/l - 20394.24 mg/l, index Medium diversity (H ' = 2.36 – 2.55). High uniformity index (E = 0.81 – 0.89), the dominance index belongs to the category of no dominant type with an index value ranging from 0.11 – 0.17 as well as a saprobic index belonging to the category α – Mesosaprobik with values ranging from ( -0.89) – (-1.19)

Keywords: Fitoplankton;Kualitas Perairan;Pantai Marina Semarang;Indeks Saprobik

Article Metrics: