Tingkat Kelimpahan Makrozoobenthos di Padang Lamun Perairan Telaga dan Pulau Bengkoang, Karimunjawa

*Sri Wahyu Ningsih  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Willis Ari Setyati  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Nur Taufiq-Spj  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 20 Apr 2020; Published: 16 Jul 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

ABSTRAK: Taman Nasional Karimunjawa merupakan daerah perairan yang mempunyai ekosistem laut yang masih lengkap dan asri. Padang lamun merupakan salah satu ekosistem pendukung di wilayah pesisir yang pada umumnya terdapat di daerah tropis dan memiliki peranan penting di perairan. Makrozoobenthos adalah salah satu hewan yang berasosiasi dengan padang lamun yang memanfaatkan padang lamun sebagai tempat mencari makan dan tempat memijah. Tujuan penelitian tentang kelimpahan makrozoobenthos di Perairan Telaga dan Pulau Bengkoang diperlukan untuk mengetahui perbedaan serta pengaruh fisika-kimia terhadap populasi lamun dan makrozoobenthos untuk mengindikasikan kualitas suatu perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019dengan menggunakan metodepurposivesampling yang dapat mewakili seluruh kawasan. Hasil komposisi makrozoobenthos yang di temukan pada masing-masing stasiun mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Jumlah makrozoobenthos Perairan Telaga terdapat sebanyak 42 individu makrozoobenthos yang ditemukan, sedangkan di Pulau Bengkoang terdapat sebanyak 55 individu makrozoobenthos yang ditemukan. Jumlah makrozoobenthos yang di temukan pada Perairan Telaga line 1 sebanyak 11 individu, line 2 sebanyak 15 individu dan line 3 sebanyak 14 individu. Jumlah makrozooobenthos yang di temukan pada Pulau Bengkoang line 1 sebanyak 19 individu, line 2 sebanyak 17 individu dan line 3 sebanyak 19 individu.Makrozoobenthos yang ditemukan pada masing-masing stasiun penelitian mempunyai hubungan yang kuat antara kelimpahan makrozoobenthos dengan tutupan lamun serta dengan bahan organik.

 

 

ABSTRACT: Karimunjawa National Park is a watershed area that has a complete and beautiful marine ecosystem. Seagrass beds are one of the supporting ecosystems in coastal areas which are generally found in the tropics and have an important role in the waters. Macrozoobenthos is one of the animals associated with seagrass that uses seagrass as a place to find food and spawning grounds. The purpose of research on the abundance of macrozoobenthos in Telaga Waters and Bengkoang Island is needed to determine the differences and the influence of physics-chemistry on seagrass populations and macrozoobenthos to indicate the quality of a waters. This research was conducted in October 2019using a purposive sampling method that can represent the entire region. The results of the macrozoobenthos composition found at each station have quite significant differences. The number of macrozoobenthos of Lake Ponds were 42 macrozoobenthos individuals found, while in Bengkoang Island there were 55 macrozoobenthos individuals found. The number of macrozoobenthos found in Telaga Line 1 is 11 individuals, line 2 is 15 individuals and line 3 is 14 individuals. The number of macrozooobenthos found on Bengkoang Island line 1 were 19 individuals, line 2 were 17 individuals and line 3 were 19 individuals. Macrozoobenthos found at each research station have a strong relationship between abundance of macrozoobenthos with seagrass cover and with organic matter.

Keywords: Makrozoobenthos; Lamun; Perairan Telaga; Pulau Bengkoang

Article Metrics: