EVALUASI SIMPANG TERDAMPAK SISTEM SATU ARAH JALAN IMAM BONJOL SELATAN, JALAN PIERRE TENDEAN, DAN JALAN PEMUDA SEMARANG

Dwie Leonita Aulia, Nandana Shabila Hatta Rabbi, Epf.Eko yulipriyono, Djiko Purwanto

Abstract


ABSTRAK

Pemerintah Kota Semarang sedang mencanangkan Kota Semarang sebagai kota tujuan wisata. Berbagai pembangunan dan perbaikan fasilitas penunjang program ini juga sedang dilakukan, salah satunya adalah sistem transportasi yang memadai. Terkait dengan kondisi kepadatan lalu lintas dan pertumbuhan ruas jalan yang tidak mampu memfasilitasi pertumbuhan jumlah kendaraan di Kota Semarang, maka Dinas Perhubungan Kota Semarang memberlakukan manajemen lalu lintas sistem satu arah (SSA) yang berlaku efektif mulai Februari 2017 pada beberapa ruas jalan, diantaranya: 1. Jl. Pemuda, satu arah dari depan Paragon Mall hingga Tugu Muda. 2. Jl Imam Bonjol, satu arah dari Tugu Muda hingga simpang Indraprasta/Pierre Tendean. 3. Jl. Pierre Tendean satu arah dari simpang Imam Bonjol/Indraprasta hingga Jl. Pemuda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja lalu lintas pada saat ini (kondisi SSA eksisting) di ruas jalan dan simpang-simpang yang terkait apakah lebih baik dibanding kondisi sebelum SSA, mengoptimasikan waktu siklus simpang terkait pada kondisi SSA eksisting untuk memberikan hasil kinerja yang lebih baik, membuat skenario alternatif lain dari kondisi SSA untuk dibandingkan kinerjanya dengan kondisi ssat ini (SSA eksisting). Metode yang digunakan yaitu didahului dengan melakukan kajian pustaka dan survei pendahuluan yang kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data dengan cara traffic counting, observasi, dan pengukuran terkait. Sedangkan untuk data pada kondisi sebelum SSA didapatkan melalui sumber yaitu studi-studi terdahulu. Hasil analisis ruas jalan dan simpang pada kondisi SSA eksisting masih tergolong baik, namun masih terdapat beberapa ruas jalan dan pendekat pada simpang yang memiliki nilai derajat kejenuhan > 0,75. Solusi perbaikan kinerja yang diberikan adalah optimasi waktu siklus dan fase sinyal, dan skenario perubahan pergerakan arus menjadi berlawanan dengan kondisi SSA eksisting. Pada skenario dibuat dua buah kondisi yaitu skenario optimis dan skenario pesimis. Berdasarkan hasil analisis dengan penetapan skor apabila kondisi skenario dibandingkan dengan kondisi SSA eksisting di lapangan, kondisi skenario optimis memperoleh skor 4 dan kondisi skenario pesimis memperoleh skor 6 untuk ruas jalan dan untuk simpang kondisi skenario optimis memperoleh skor 32 dan kondisi skenario pesimis memperoleh skor 28, sedangkan apabila kondisi skenario dibandingkan dengan kondisi SSA eksisting optimasi, kondisi skenario optimis memperoleh skor 4 dan kondisi skenario pesimis memperoleh skor 6 untuk ruas jalan dan untuk simpang kondisi skenario optimis memperoleh skor 20 dan kondisi skenario pesimis memperoleh skor 14. Disimpulkan bahwa kinerja kondisi skenario optimis adalah yang terbaik.


Keywords


Simpang bersinyal; sistem satu arah; kinerja lalu lintas

Refbacks

  • There are currently no refbacks.